Taipei, 24 Jan. (CNA) Menjelang Tahun Baru Imlek, Komisi Pengawas Keuangan (FSC Taiwan) mengingatkan konsumen untuk menggunakan layanan paylater (beli sekarang, bayar nanti) secara bijak, memahami syarat pengembalian dana, dan menghindari perluasan kredit yang berlebihan.
FSC lewat pernyataan resmi pada Senin (20/1) menyampaikan bahwa pada 2023 dan 2024, mereka telah memberikan peringatan agar konsumen menggunakan layanan ini dengan bijaksana, terutama untuk memastikan kesesuaian dengan kemampuan keuangan mereka.
FSC menjelaskan bahwa paylater adalah layanan cicilan yang berasal dari perjanjian utang-piutang berbasis jual beli.
Layanan ini tidak termasuk dalam kategori layanan keuangan berlisensi, sehingga diatur berdasarkan hukum perdata, kata komisi tersebut, menambahkan bahwa konsumen, penyedia layanan, dan penjual harus mematuhi aturan hukum perdata serta kesepakatan kontrak.
Untuk mendukung praktik yang sehat, kata FSC, mereka telah membantu The Taipei Leasing Association menetapkan pedoman mandiri untuk anggotanya yang menawarkan paylater.
Pendoman tersebut meliputi transparansi informasi seperti jumlah utang, durasi cicilan, bunga, serta denda atau biaya tambahan yang berlaku jika terjadi keterlambatan pembayaran, kata komisi tersebut.
FSC menekankan bahwa paylater pada dasarnya adalah layanan pinjaman, di mana pedagang mengalihkan hak piutang mereka kepada penyedia layanan, kemudian menilai kredit konsumen sebelum menawarkan cicilan.
Oleh karena itu, kata komisi tersebut, layanan ini dapat melibatkan biaya tambahan seperti denda keterlambatan atau bunga.
FSC mengingatkan konsumen untuk memahami secara menyeluruh struktur biaya layanan paylater sebelum menggunakannya, dan mengimbau mereka untuk menilai kemampuan keuangan secara rasional agar tidak terjebak dalam perluasan kredit yang berlebihan, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam melunasi utang.
(Oleh Hsieh Fang-yudan Antonius Agoeng Sunarto)
Selesai/JC