Taipei, 7 Okt. (CNA) Menteri Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri (OCAC) Hsu Chia-ching (徐佳青) hari Rabu (7/10) mengajukan pengunduran diri di tengah tuduhan dari legislator oposisi bahwa ia dan keluarganya telah menyalahgunakan sumber daya publik selama perjalanan luar negerinya, dengan mengatakan ia ingin memungkinkan investigasi resmi untuk berjalan.
Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menyetujui pengunduran diri tersebut pada Rabu pagi, kata juru bicara Kabinet Michelle Lee (李慧芝).
Pengunduran diri Hsu terjadi dua hari setelah partai oposisi Partai Rakyat Taiwan (TPP) menuduhnya melakukan perjalanan ke luar negeri yang tidak perlu selama masa jabatannya di OCAC.
OCAC dan Hsu telah membantah tuduhan TPP tersebut.
OCAC adalah lembaga tingkat kementerian yang bertanggung jawab atas hubungan dengan komunitas Taiwan dan Tionghoa perantauan.
Dalam pernyataan publik, Hsu mengatakan bahwa selama 6,5 tahun di OCAC, pertama sebagai wakil menteri dari Mei 2020 hingga Mei 2023 dan kemudian sebagai menteri, ia berulang kali menghadapi "tuduhan tidak berdasar dari legislator tertentu."
Meskipun telah berupaya sebaik mungkin untuk memberikan bukti guna membantah tuduhan tersebut, Hsu mengatakan ia menemukan bahwa "tidak ada ruang untuk diskusi rasional."
Oleh karena itu, kata Hsu, ia memutuskan untuk meminta investigasi resmi atas tuduhan tersebut dan akan sepenuhnya menghormati hasilnya.
Hsu juga mengatakan ia mengundurkan diri untuk memastikan otoritas administratif dan hukum dapat melakukan investigasi secara independen dan objektif, meskipun ia menyesal meninggalkan banyak program yang belum rampung.
Kementerian Luar Negeri hari Selasa mengatakan pihaknya sedang menyelidiki tuduhan terhadap Hsu dan keluarganya dengan meminta kantor perwakilan Taiwan di Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat untuk memberikan informasi tentang kunjungan Hsu ke negara-negara tersebut.
Dalam tuduhannya, TPP mengklaim Hsu telah melakukan perjalanan ke luar negeri sebanyak 47 kali dengan total 526 hari sejak 2022, menghabiskan NT$23,83 juta (Rp13,45 miliar), atau sekitar sepertiga dari anggaran lawatan luar negeri dewan tersebut.
Dalam konferensi pers pada Senin, Legislator TPP Hung Yu-shiang (洪毓祥) memutar rekaman suara dari seseorang yang tidak diidentifikasi yang mengatakan suami dan putra Hsu tinggal di Washington, D.C., dan Hsu telah bepergian ke Washington atau New York "tiga hingga empat kali" pada 2024.
Perjalanan yang sering tersebut telah membuat staf di kantor OCAC luar negeri kelelahan, menurut individu dalam rekaman tersebut.
Individu itu juga mengklaim bahwa suami Hsu, analis politik Amerika Bo Tedards, telah menggunakan kendaraan diplomatik Taiwan untuk mengantar putra mereka menemui Hsu.
Hung juga menuduh bahwa selama perjalanan OCAC ke Jerman dan Prancis pada 2022, Hsu, yang saat itu menjabat sebagai wakil menteri OCAC, memasukkan putranya ke dalam delegasi sebagai "fotografer", meskipun saat itu usianya baru sekitar 14 tahun.
TPP menuduh bahwa tindakan Hsu melanggar aturan konflik kepentingan bagi pegawai negeri dan melanggar ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penyalahgunaan wewenang pejabat publik. TPP meminta agar Hsu diberhentikan sementara dari jabatan Menteri OCAC sambil menunggu investigasi etik.
Selesai/