Setelah insiden Taipei Dome, tikus kembali jadi perbincangan dalam diskursus pemilu kota

11/09/2026 12:00(Diperbaharui 11/09/2026 12:00)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Seorang pekerja stadion (kanan) menjebak seekor tikus kecil dengan kotak kardus di lapangan Taipei Dome pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 10 September 2026)
Seorang pekerja stadion (kanan) menjebak seekor tikus kecil dengan kotak kardus di lapangan Taipei Dome pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 10 September 2026)

 Taipei, 11 Sep. (CNA) Gangguan seekor hewan pengerat pada pertandingan bisbol profesional di Taipei Dome hari Rabu (9/9) memicu kembali diskusi tentang upaya pengendalian tikus, beberapa pekan menjelang pemilihan wali kota di kota tersebut.

Tepat sebelum inning kedelapan pada pertandingan hari Rabu antara Fubon Guardians dan Wei Chuan Dragons, seekor tikus kecil terlihat berlari ke lapangan di Taipei Dome antara home plate dan ruang istirahat base pertama.

Petugas stadion dengan cepat mengepung hewan pengerat tersebut, menggunakan kantong kertas untuk menjepit dan membawanya keluar dari lapangan. Meskipun masalah ini cepat diatasi, insiden tersebut tetap menjadi bahan diskusi politik keesokan harinya.

Berbicara kepada wartawan pada Kamis, Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) mengatakan bahwa ia telah meminta Farglory Group, pemilik dan operator Taipei Dome, untuk melakukan prosedur disinfeksi.

Departemen olahraga, lingkungan, dan kesehatan Kota Taipei juga bersama-sama memeriksa kondisi di tempat tersebut, dan menugaskan departemen olahraga untuk memantau situasi serta memberikan sanksi jika diperlukan, kata Chiang, anggota Kuomintang (KMT).

Puma Shen (沈伯洋), calon wali kota Taipei dari Partai Progresif Demokratik (DPP), juga ditanya tentang insiden tersebut saat kampanye di lingkungan Dadaocheng pada Kamis.

Shen mengatakan masalah tikus "selalu ada" di Taipei, namun menambahkan bahwa belakangan ini ia melihat semakin banyak orang yang mengeluhkan penampakan tikus di rumah mereka.

Pekerja stadion lainnya dengan cepat ikut membantu untuk mengusir hewan pengerat tersebut. (Sumber Foto : CNA, 10 September 2026)
Pekerja stadion lainnya dengan cepat ikut membantu untuk mengusir hewan pengerat tersebut. (Sumber Foto : CNA, 10 September 2026)

Berdasarkan masukan yang ia kumpulkan, Shen mengatakan, banyak warga Taipei juga memiliki perasaan kuat tentang berkurangnya jumlah tempat sampah umum, yang menyebabkan ketidaknyamanan sekaligus gagal mengurangi jumlah penampakan tikus.

Diskusi ini mengingatkan pada periode beberapa pekan di bulan Mei, ketika pembicaraan tentang dugaan "masalah tikus" di Taipei menyebar dari internet ke media dan politik kota.

Isu tersebut mereda dari perhatian publik setelah pemerintah kota meluncurkan aksi bersih-bersih selama beberapa hari dan berjanji akan melakukan langkah pengendalian yang lebih agresif.

Terkait masalah tempat sampah umum, Direktur Departemen Perlindungan Lingkungan Taipei Shyu Shyh-shiun (徐世勲) mengonfirmasi bulan lalu bahwa kota telah mengurangi jumlah tempat sampah untuk mencegah orang membuang sampah rumah tangga secara ilegal.

Kecuali yang berada di kawasan wisata dan distrik bisnis, yang tetap dipertahankan, kota telah mengurangi jumlah tempat sampah umum selama beberapa tahun dari sekitar 2.000 menjadi 806, kata Shyu.

Taiwan akan mengadakan pemilihan lokal pada 28 November.

(Oleh Yang Shu-min, Liu Chien-pang, Matthew Mazzetta, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.