Ketua KMT: Taiwan akan melawan jika diserang Tiongkok meski tak deklarasikan kemerdekaan

21/06/2026 08:49(Diperbaharui 21/06/2026 08:49)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Ketua KMT Cheng Li-wun. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Ketua KMT Cheng Li-wun. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 21 Juni (CNA) Ketua Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun (鄭麗文) baru-baru ini mengatakan bahwa meskipun partainya menginginkan perdamaian, mereka tidak akan melepaskan hak Taiwan untuk membela diri dan akan melawan jika Tiongkok menyerang meskipun Taiwan tidak secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan.

Dalam wawancara dengan The Economist pada Rabu (17/6) yang dirilis Komite Budaya dan Komunikasi KMT dalam sebuah pernyataan hari Jumat, Cheng mengatakan Taiwan tidak seharusnya menjadi alat tawar-menawar dalam persaingan kekuatan besar.

Sebaliknya, Taiwan harus memperdalam kerja sama dengan Amerika Serikat dan komunitas internasional sambil mengurangi risiko konflik melalui dialog untuk membantu menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan Indo-Pasifik.

Ketua partai oposisi tersebut baru saja menyelesaikan tur dua minggu ke San Francisco, Boston, New York, Washington, dan Los Angeles -- yang diberi nama "Perjalanan Perdamaian dan Kemakmuran AS-Tiongkok-Taiwan" -- di mana ia mempromosikan Taiwan sebagai jembatan potensial antara Washington dan Beijing.

Dalam perjalanan, Cheng mengatakan ia berupaya meluruskan apa yang ia anggap sebagai kesalahpahaman di Amerika Serikat terkait kebijakan lintas selat dan pertahanan KMT serta menekankan keinginan partainya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan melalui dialog dan pertahanan diri.

Ia menegaskan kembali bahwa KMT menentang deklarasi resmi kemerdekaan Taiwan, posisi yang menurutnya sejalan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平), tetapi menambahkan bahwa jika Taiwan menahan diri dari proklamasi itu dan Tiongkok tetap memilih untuk menyerang dengan kekuatan militer, "Kami akan melawan."

Cheng mengatakan KMT dalam waktu dekat dapat mengusulkan legislasi untuk mendukung program manufaktur drone domestik Taiwan dan langkah-langkah lain yang bertujuan memperkuat industri pertahanan negara.

Namun, rancangan undang-undang tersebut kecil kemungkinan akan lolos di Yuan Legislatif sebelum kunjungan Xi ke Amerika Serikat yang direncanakan berlangsung September.

KMT mendapat kritik bulan lalu setelah para legislatornya, bersama dengan Partai Rakyat Taiwan, menghapus pendanaan untuk program manufaktur drone domestik Taiwan, dengan para pengkritik berpendapat langkah itu dapat melemahkan upaya memperkuat rantai pasokan pertahanan negara.

Ia kembali menegaskan bahwa KMT mengupayakan perdamaian, tetapi tidak akan melepaskan hak membela diri, dan akan terus berinteraksi dengan Amerika Serikat serta komunitas internasional untuk mempromosikan saling pengertian.

(Oleh Wang Cheng-chung, Ko Lin, dan Muhammad Irfan) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.