Taiwan-Filipina bahas perekrutan langsung pekerja migran dan kerja sama sektor perikanan

10/05/2026 17:00(Diperbaharui 10/05/2026 17:00)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pertemuan kelompok kerja teknis perikanan kedelapan Taiwan-Filipina. (Sumber Foto : FA)
Pertemuan kelompok kerja teknis perikanan kedelapan Taiwan-Filipina. (Sumber Foto : FA)

Taipei, 10 Mei (CNA) Pemerintah Taiwan dan Filipina telah menggelar pertemuan kelompok kerja teknis (TWG) perikanan kedelapan di antara kedua negara, yang mencapai kesepakatan untuk terus bekerja sama secara erat dan memperdalam pembahasan kelayakan mekanisme perekrutan langsung pekerja migran di sektor tersebut.

Dalam sebuah rilis pers hari Sabtu (9/5), Direktorat Jenderal Perikanan (FA) Taiwan mengatakan bahwa di pertemuan di Manila pada Rabu itu, sejumlah pejabat terkait memperbarui informasi kontak saluran siaga perikanan antara kedua negara dan bertukar pandangan mengenai sejumlah isu.

Di antaranya, termasuk kerja sama dalam memerangi praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur; berbagi informasi kapal yang memasuki Pelabuhan Davao; memperdalam prosedur pelaporan insiden sengketa di laut; investasi bersama bilateral; serta perekrutan langsung pekerja migran di kapal laut jauh, kata FA.

Selain itu, kedua pihak berbagi perkembangan teknologi budidaya ikan nila dan bandeng, serta membahas kemungkinan kerja sama industri di bidang tersebut, menurut FA.

Kedua pihak mencapai kesepahaman untuk terus mempererat kerja sama terkait isu perikanan, berbagi informasi kapal Taiwan yang memasuki Pelabuhan Davao, serta mekanisme saluran siaga pelaporan insiden sengketa perikanan antara kedua negara, kata FA.

(Sumber Foto : FA)
(Sumber Foto : FA)

Selain itu, pihak Filipina secara khusus mengatur kunjungan lapangan ke Pelabuhan Davao pada Kamis, yang disertai diskusi mendalam, menurut FA. 

Ini dilakukan guna memperdalam pembahasan mengenai kelayakan mekanisme perekrutan langsung pekerja migran perikanan Taiwan–Filipina dan meningkatkan daya tarik bagi kapal Taiwan untuk melakukan bongkar muat, alih muat, dan pengisian logistik di Pelabuhan Davao, kata FA.

Kedua pihak sama-sama menilai bahwa pendirian pusat pelatihan awak kapal perikanan memiliki kelayakan, dan bersedia bersama-sama membahas langkah untuk meningkatkan insentif kapal masuk pelabuhan demi menciptakan situasi yang saling menguntungkan, menurut FA.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan dalam rilis pers pada Jumat malam, dengan menuliskan hasil-hasil pertemuan, mengatakan rapat kali ini menghasilkan "banyak capaian penting" dan disertai "pertukaran pandangan secara menyeluruh" mengenai berbagai isu.

Sejak Taiwan dan Filipina menandatangani perjanjian kerja sama penegakan hukum perikanan pada 2015 dan membentuk kelompok kerja teknis, kata FA, hingga kini telah diselenggarakan delapan kali pertemuan.

Ke depannya, tambah FA, platform ini akan terus digunakan untuk memperdalam kerja sama perikanan, meningkatkan rasa saling percaya guna melindungi hak dan kepentingan nelayan, serta memperluas ruang kolaborasi yang saling menguntungkan bagi perkembangan industri perikanan kedua negara.

MOFA menyebut platform ini tidak hanya melindungi hak dan keselamatan nelayan serta meningkatkan rasa saling percaya kedua belah pihak, tetapi juga memperluas kerja sama perikanan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

(Oleh Elly Wu, Wu Shu-wei, dan Jason Cahyadi)

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.