Taipei, 10 Mei (CNA) Pemilik ular yang ditemukan lepas di dalam kereta MRT Taipei terancam didenda total NT$4.500 (Rp2,495 juta) setelah peliharaannya tersebut lolos dari tas dalam perjalanan di Jalur Bannan, kata otoritas Taipei hari Sabtu (9/5).
Insiden tersebut terjadi pada Jumat malam, ketika penumpang melihat seekor ular di dalam kereta tujuan Dingpu dan mengunggah foto serta video di media sosial, yang memicu diskusi luas secara daring.
Taipei Rapid Transit Corp. (TRTC) mengatakan petugas keamanan naik ke kereta setelah menerima laporan dari Stasiun Nangang Exhibition Center sekitar pukul 18.40. Ular tersebut dibawa turun di Stasiun Kunyang dan diserahkan kepada Kantor Perlindungan Hewan Kota Taipei.
TRTC mengatakan pemiliknya kemudian menghubungi layanan pelanggan dan menjelaskan bahwa ular peliharaannya disimpan di dalam tas jinjing, tetapi tanpa disadari melarikan diri di perjalanan.
Perusahaan mengatakan pemilik akan didenda NT$1.500 berdasarkan Undang-Undang Angkutan Massal karena membawa hewan ke dalam stasiun atau area kereta tanpa izin yang sesuai.
Kantor Perlindungan Hewan mengidentifikasi hewan tersebut sebagai ular kingsnake tidak berbisa yang dipelihara sebagai hewan peliharaan, serta menambahkan bahwa satwa tersebut tidak diamankan dalam wadah pelindung yang layak, sehingga melanggar Undang-Undang Perlindungan Hewan.
Kantor tersebut mengatakan pemilik juga akan menghadapi denda tambahan sebesar NT$3.000. Saat ini ular tersebut ditampung pihak berwenang dan dijadwalkan akan diambil kembali oleh pemiliknya pada Senin.
Menurut TRTC, ini adalah kasus pertama yang dilaporkan mengenai hewan yang melarikan diri di dalam gerbong MRT dan memerlukan intervensi. Sejak 2016, telah tercatat empat kasus hewan peliharaan yang tertinggal di kereta, melibatkan dua ular dan dua hewan pengerat.
Selesai/