Taipei, 10 Apr. (CNA) Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) hari Sabtu (9/2) merayakan Hari Ibu bersama imigran baru, mengapresiasi mereka yang disebutnya telah merawat anak-anak mereka dan berkontribusi bagi masyarakat Taiwan meski menghadapi hambatan bahasa dan budaya.
Dalam sebuah acara di Kabupaten Changhua, Hsiao merayakan Hari Ibu yang jatuh pada Minggu bersama para "ibu tangguh imigran baru", "ibu teladan keluarga mandiri", dan "ibu asuh teladan", menurut rilis pers Kantor Kepresidenan.
Setelah mendengarkan perkenalan dari para "ibu tangguh imigran baru", termasuk hidangan khas kampung halaman yang mereka persiapkan, serta berinteraksi bersama mereka dan anak-anak mereka, Hsiao dalam sambutannya mengatakan bahwa sebelum menghadiri acara, ia telah membaca kisah banyak ibu imigran baru.
Meski berada di Taiwan yang asing serta menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan seperti hambatan bahasa dan budaya, mereka tetap penuh kasih sayang dalam merawat anak-anak dan memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat lokal, sesuatu yang "sangat mengagumkan", kata Hsiao.
Ia juga berterima kasih kepada para ibu yang telah menyiapkan hidangan yang membawa cita rasa kampung halaman ke Taiwan, yang dapat dinikmati bersama oleh semua orang dan generasi berikutnya.
Hsiao mengatakan pemerintah telah mendorong berbagai kebijakan untuk mengurangi beban para ibu, termasuk program yang mencakup subsidi pengasuhan anak serta memperluas pendirian taman kanak-kanak negeri dan nirlaba, guna memberikan dukungan menyeluruh.
Ia juga berterima kasih kepada Taiwan Fund for Children and Families (TFCF) dan berbagai organisasi amal masyarakat lainnya yang ia sebut telah bersama-sama menjadi pendukung bagi masyarakat.
Setiap orang tidak terlepas dari kegagalan dan kesulitan dalam kehidupan, kata Hsiao, seraya menambahkan bahwa banyak orang sukses dan berprestasi di masyarakat sering kali membuat orang lain melupakan berbagai liku dan kepahitan yang telah mereka lalui.
Hsiao pun mendorong agar ketika menghadapi kesulitan, masyarakat Taiwan harus semakin saling mendukung dan peduli satu sama lain. Ia percaya bahwa selama pemerintah, lembaga sosial, dan kekuatan masyarakat bekerja sama, tidak ada kesulitan maupun tantangan yang tidak dapat diatasi.
Ia mengatakan dirinya berharap semua ibu dapat bersantai, memberi penghargaan atas kerja keras mereka sendiri, dan mengambil waktu istirahat sejenak di Hari Ibu, sekaligus berbagi kisah hidup serta kehangatan dan cita rasa dari kampung halaman masing-masing melalui kegiatan ini.
Di akhir acara, Hsiao memotong kue bersama para "ibu tangguh" untuk merayakan datangnya Hari Ibu, serta menyerahkan buket bunga kepada para ibu sebagai ungkapan terima kasih atas kerja keras mereka bagi keluarga selama ini.
Selesai/