Terdakwa remitansi ilegal lintas Selat Taiwan divonis 20 bulan dengan masa percobaan

22/04/2026 11:01(Diperbaharui 22/04/2026 11:01)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Unsplash)
Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Unsplash)

Taipei, 22 Apr. (CNA) Seorang pria divonis satu tahun delapan bulan penjara dengan masa percobaan empat tahun atas dugaan menjalankan bisnis remitansi ilegal antara dolar Taiwan dan Renminbi Tiongkok dengan nilai total transaksi mencapai lebih dari NT$ 80 juta (Rp43,6 miliar), kata putusan Pengadilan Distrik Ciaotou.

Hakim menjelaskan bahwa terdakwa, pria bermarga Tsai (蔡), menjalankan operasinya antara 2016 hingga 2017 dengan menggandeng seorang pengusaha bermarga Huang () di Tiongkok serta seorang pria bermarga Tseng () di Taiwan. 

Komplotan ini menggunakan rekening bank pribadi milik mereka atau anggota keluarga untuk menerima pesanan pengiriman uang ilegal lintas selat, di mana Tsai bertugas mengambil biaya jasa dari setiap transaksi, kata hakim.

Putusan menyebutkan Tsai dan rekan-rekannya secara berulang kali menjalankan bisnis remitansi ilegal tersebut. Tsai diketahui mengenakan biaya jasa sebesar NT$125 untuk setiap transaksi senilai NT$1 juta, membuatnya secara total meraup keuntungan pribadi lebih dari NT$100.000, kata pengadilan.

Hakim mencatat mereka telah mempertimbangkan perilaku, motif, tujuan, serta tingkat keuntungan yang diperoleh Tsai, serta bahwa ia telah memberikan pengakuan selama proses penyidikan dan secara sukarela menyerahkan seluruh hasil kejahatannya ke negara.

Dari situ, Hakim menjatuhkan vonis satu tahun delapan bulan penjara dengan masa percobaan selama empat tahun, dan mewajibkannya membayar NT$ 350.000 ke kas negara.

Putusan ini masih dapat diajukan banding.

(Oleh Chang Yi-lien dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.