Taipei, 27 Mei (CNA) Seorang wanita berusia 60-an tahun dari Taiwan tengah telah meninggal dunia akibat wabah meningitis satu hari setelah gejala muncul, menandai kasus kematian pertama akibat wabah tersebut di Taiwan tahun ini, kata Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC) hari Selasa (26/5).
Wanita tersebut, yang memiliki riwayat hipertensi dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri baru-baru ini, mengalami demam, mual, diare, pusing, menggigil, dan kelemahan umum pada 7 Mei, dan dirawat di rumah sakit keesokan harinya, di mana ia mengalami sianosis dan gagal napas, lalu meninggal pada hari yang sama.
Melaporkan kasus ini dalam jumpa pers rutin, ahli epidemiologi CDC Lin Yung-ching (林詠青) mengatakan wanita tersebut terinfeksi bakteri meningokokus tipe B (serogrup B), yang menyerang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan meningitis.
Penyakit ini terutama menyebar melalui kontak dekat dengan bakteri di tenggorokan dan hidung atau melalui percikan pernapasan, kata Lin.
Meskipun serogrup B tidak setransmisibel influenza, infeksi ini dapat menyebabkan kondisi pasien memburuk dengan cepat, bahkan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam, tambah Lin.
Gejala penyakit ini mudah disalahartikan sebagai flu, ujar Lin, sehingga ia mengimbau individu berisiko tinggi dengan kondisi kesehatan mendasar atau sistem imun yang lemah untuk segera mencari perawatan di rumah sakit jika mengalami gejala tersebut.
CDC memantau sekitar 20 orang yang melakukan kontak dekat dengan wanita tersebut di rumah dan di rumah sakit hingga 18 Mei, mengingat masa inkubasi penyakit ini antara dua hingga sepuluh hari, dan hingga hari Selasa tidak ada kasus yang dicurigai telah teridentifikasi, menurut CDC.