Taipei, 27 Mei (CNA) Pemerintah Taiwan masih menilai perekrutan pekerja dari Eswatini dan saat ini fokus pada peningkatan pelatihan kejuruan di kerajaan Afrika tersebut, kata Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada hari Selasa (26/5).
Dalam jumpa pers mingguan, Kepala Departemen Urusan Asia Barat dan Afrika, Yen Chia-liang (顏嘉良), mengatakan MOFA bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) Kementerian Ketenagakerjaan untuk membantu memperkuat pelatihan tenaga kerja di Eswatini.
Yen mengatakan bahwa delegasi WDA saat ini sedang mengunjungi satu-satunya sekutu Afrika Taiwan dalam perjalanan selama seminggu untuk menilai tiga pusat pelatihan kejuruan di sana dan kebutuhan pelatihan yang lebih luas di negara tersebut.
Sejauh ini, pemerintah menemukan bahwa Eswatini fokus pada pengembangan talenta di sektor manufaktur, pariwisata, energi, dan infrastruktur, kata Yen.
Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing kerja pemuda Eswatini agar mereka dapat bekerja di perusahaan Taiwan yang beroperasi dalam proyek "Taman Inovasi Industri Taiwan" yang direncanakan di kerajaan Afrika tersebut, ujar Yen.
Di tengah spekulasi baru bahwa Taiwan akan mulai merekrut pekerja dari Eswatini, Yen mengatakan bahwa studi kelayakan tentang kerja sama tenaga kerja antara kedua negara masih dalam tahap awal.
MOFA sebelumnya membantah rumor daring bahwa Taiwan telah setuju merekrut 1.000 pekerja dari Eswatini setiap tahun setelah kunjungan Presiden Lai Ching-te (賴清德) ke kerajaan tersebut awal bulan ini sebagai "contoh klasik disinformasi" yang "tidak berdasar fakta."
Angka 1.000 pekerja itu juga muncul dalam laporan Eswatini Observer tahun 2025.