Taipei, 18 Jan. (CNA) Militer Taiwan mengatakan pada Kamis (15/1) bahwa mereka telah menemukan Perekam Data Penerbangan (FDR) dari jet tempur F-16V yang hilang di lepas pantai timur Taiwan awal bulan ini, dan mengerahkan tim penyelamat untuk mencoba mengambilnya.
Dalam sebuah pernyataan, Markas Komando Angkatan Udara (AU) mengatakan bahwa meskipun mereka telah menemukan lokasi kotak hitam, sebagaimana FDR juga disebut, mereka masih mencari satu-satunya pilot pesawat tersebut, Kapten Angkatan Udara Hsin Po-yi (辛柏毅).
Tanpa memberikan rincian, AU mengatakan bahwa mereka telah menemukan kotak hitam tersebut beberapa hari setelah mendeteksi beberapa sinyal intermiten dan sekarang akan melibatkan tim profesional untuk mengambilnya.
• Menteri: Sinyal intermiten terdeteksi dari kotak hitam jet F-16 yang hilang
Sebuah sumber militer mengatakan kepada CNA pada Kamis bahwa AU saat ini sedang mencari perusahaan penyelamatan dari Singapura atau Jepang untuk membantu misi pengambilan, mengingat keterbatasan kemampuan entitas Taiwan dalam melakukan operasi penyelamatan laut dalam.
Jet tempur kursi tunggal, dengan nomor ekor 6700, hilang pada 6 Januari, setelah Hsin lepas landas dari Pangkalan Udara Hualien di Taiwan timur pada pukul 18.17 dalam misi pelatihan malam hari, dan ia segera melaporkan bahwa pesawat tersebut kehilangan ketinggian, menurut AU.
Pada pukul 19.28, Hsin melaporkan bahwa ia akan keluar dari pesawat, dan delapan detik kemudian, sinyal jet tersebut menghilang dari radar, kata AU, seraya menambahkan bahwa mungkin telah terjadi kerusakan pada komputer utama pesawat.
AU kemudian membentuk pusat tanggap darurat dan meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan, namun hingga kini belum berhasil menemukan Hsin maupun pesawat tersebut.
Selesai/ja