Taipei, 27 Nov. (CNA) Presiden Taiwan Lai Ching-te (賴清德) pada Kamis (27/11) menyampaikan belasungkawa melalui media sosial kepada para korban kebakaran mematikan di beberapa apartemen di Hong Kong yang telah menewaskan sedikitnya 55 orang sejak Rabu sore.
Hingga pukul 15.00 Kamis, pejabat Hong Kong melaporkan 55 kematian dan lebih dari 200 orang hilang sementara upaya pemadaman dan penyelamatan masih berlangsung, menandai salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah kota tersebut.
Dalam sebuah unggahan di X, Lai menyampaikan belasungkawa kepada para korban meninggal dan keluarga mereka, menyatakan keprihatinan terhadap korban luka dan yang hilang, serta mengajak semua orang untuk "berdoa untuk Hong Kong."
Ketua Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun (鄭麗文) juga menyampaikan belasungkawa melalui unggahan Facebook pada Kamis sore.
Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Hong Kong melaporkan pada Kamis bahwa tidak ada warga Taiwan yang terdampak, menurut Dewan Urusan Daratan Taiwan.
Pada pukul 14.51 Rabu, petugas pemadam kebakaran Hong Kong menerima laporan kebakaran di Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong utara, sebuah kompleks hunian bertingkat tinggi yang terdiri dari delapan gedung, dengan total 1.984 apartemen.
Semua gedung tersebut memiliki material konstruksi, termasuk perancah bambu dan jaring pelindung yang dipasang di sepanjang dinding luar untuk pekerjaan pemeliharaan yang sedang berlangsung.
Media lokal melaporkan bahwa api bermula dari bagian luar salah satu gedung dan menyebar ke enam gedung lainnya.
Sekretaris Keamanan Hong Kong Chris Tang (鄧炳強) mengatakan pada Kamis pagi bahwa jaring pelindung, film, terpal tahan air, dan lembaran plastik di gedung-gedung tersebut tampaknya terbakar dan menyebarkan api lebih agresif dibandingkan material yang sesuai regulasi.
Tang menambahkan bahwa inspeksi pada gedung yang tidak terdampak menemukan jendela-jendela yang ditutupi papan busa yang dapat dengan mudah mempercepat penyebaran api.
Laporan Reuters yang diterbitkan Kamis juga menyoroti potensi risiko kebakaran dari perancah bambu, fitur konstruksi tradisional yang berencana dihapuskan oleh pemerintah Hong Kong karena masalah keselamatan kerja.
Meskipun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dua direktur dan satu konsultan teknik dari perusahaan yang bertanggung jawab atas pemeliharaan Wang Fuk Court ditangkap pada Kamis dengan dugaan pembunuhan, menurut polisi Hong Kong.
Selesai/ML