"The Rope Curse 4: Kuntilanak" puncaki box office harian Taiwan di hari pertama

28/08/2026 17:28(Diperbaharui 28/08/2026 17:28)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pemutaran "The Rope Curse 4: Kuntilanak" di hari pemutaran perdananya pada Kamis, dihadiri aktor Indonesia Ferry Salim (depan, kiri). (Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)
Pemutaran "The Rope Curse 4: Kuntilanak" di hari pemutaran perdananya pada Kamis, dihadiri aktor Indonesia Ferry Salim (depan, kiri). (Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)

Taipei, 28 Agu. (CNA) Film horor Taiwan yang berlatarkan Indonesia, "The Rope Curse 4: Kuntilanak" (粽邪4:坤蒂拉娜), meraup hampir NT$10 juta (Rp5,6 miliar) dan menduduki peringkat pertama box office harian di seluruh Taiwan di hari pertamanya dirilis pada Kamis (27/8), bertepatan dengan Bulan Hantu, menurut pihak produksi.

Baca juga: "The Rope Curse 4" resmi tayang, teror kuntilanak Indonesia dilawan ritual kuil Taiwan

Sebagai bentuk apresiasi, produser Jeff Tsou (鄒介中) dan sutradara Liao Shih-han (廖士涵) hari Kamis memimpin para pemeran utama, termasuk aktor papan atas Indonesia Ferry Salim, serta penyanyi lagu sisipan film Fran (法蘭) untuk menyapa penonton, menurut rilis pers WOWing Entertainment Group.

Mereka dibagi menjadi dua tim yang masing-masing menuju bioskop-bioskop di Taipei dan Taichung guna menggelar sesi tanya jawab setelah pemutaran film.

Kehadiran Ferry di sebuah bioskop di Taipei memicu kehebohan, disambut sejumlah penggemar asal Indonesia yang tinggal di Taiwan. Ia pun mengatakan antusiasme para penonton di Taiwan merupakan sesuatu yang tidak akan terlupakan.

Sementara itu, Fran, yang telah beberapa kali berkolaborasi dengan Liao dalam mengisi lagu film, bercanda menyampaikan harapannya, "Setiap kali kami bekerja sama, selalu film horor. Untuk berikutnya, saya berharap bisa bekerja sama dalam film romantis," yang mengundang gelak tawa para penonton.

Para penggemar seri ini tidak hanya memuji bahwa film keempatnya mengalami peningkatan di berbagai aspek, tetapi juga meminta "The Rope Curse 5" dibuat, kata pihak produksi.

Banyak penggemar juga berani menantang diri dengan menonton film horor pada tengah malam, bahkan sejumlah bioskop mengalami kelangkaan tiket, menurut pihak produksi.

Film ini akan kembali menghadirkan para pemeran dan kru film dalam sejumlah sesi pemutaran interaktif di Taipei, Taichung, dan Kaohsiung, tambah pihak produksi.

(Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)
(Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)

"The Rope Curse 4: Kuntilanak" diawali pembunuhan tragis seorang pekerja migran Indonesia di kedai makan di Taiwan, setelah ia menonton siaran langsung yang berisi ritual dukun yang membangkitkan sosok kuntilanak. Pemilik toko kemudian tewas gantung diri.

Seorang wanita Taiwan yang tidak sengaja memasuki lokasi kejadian juga mengalami berbagai keanehan, lalu diketahui terkena kutukan perpindahan jiwa. Untuk mematahkannya, para tokoh dari kedua negara pun bekerja sama.

Selain Ferry, selebritas Indonesia lainnya yang turut mengisi peran di film ini termasuk pemengaruh Andovi da Lopez dan eks anggota grup idola JKT48 Yessica Tamara.

Baca juga: Pemeran "The Rope Curse 4: Kuntilanak" ceritakan kisah menarik syuting di Indonesia

Liao sebelumnya mengungkapkan bahwa "sekitar dua per tiga latar film" berada di Indonesia, sementara Tsou hari Rabu mengatakan kepada CNA bahwa rencana pemutaran di Indonesia tengah dibahas dengan bioskop CGV.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.