Taipei, 23 Agu. (CNA) Pebulu tangkis Taiwan Lee Jhe-huei (李哲輝) dan Yang Po-hsuan (楊博軒) tersingkir pada semifinal ganda putra Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah kalah dari pasangan Tiongkok pada Sabtu (22/8), sehingga meraih medali perunggu dan menyamai pencapaian terbaik Taiwan sepanjang sejarah ajang tersebut.
Lee dan Yang, yang menempati peringkat ke-17 dunia dan menjadi satu-satunya pasangan nonunggulan di semifinal ganda putra, kalah 18-21, 14-21 dari pasangan Tiongkok peringkat ketiga dunia Liang Weikeng (梁偉鏗) dan Wang Chang (王昶).
Namun, keberhasilan mencapai semifinal membuat mereka menyamai pencapaian terbaik pasangan ganda putra Taiwan di Kejuaraan Dunia, yang sebelumnya ditorehkan Chen Hung-ling (陳宏麟) dan Wang Chi-lin (王齊麟) pada 2018.
Dalam gim pertama yang berlangsung cepat, Lee dan Yang tertinggal 9-11 saat interval pertengahan gim, sebelum dengan cepat menyamakan kedudukan menjadi 11-11. Namun, pasangan Tiongkok kemudian meraih empat poin berturut-turut dan pasangan Taiwan tidak mampu memperkecil ketertinggalan menjadi kurang dari tiga poin hingga gim berakhir.
Pada gim kedua, pasangan Taiwan tertinggal sejak kehilangan lima poin pertama dan tidak pernah mengancam untuk melakukan comeback.
Usai pertandingan, Lee, 32, mengatakan kepada CNA bahwa pasangan Tiongkok telah mempersiapkan diri dengan baik dan memanfaatkan kekuatan serta kecepatan mereka untuk terus memberikan tekanan kepada Lee dan Yang, sehingga menyulitkan keduanya untuk menyerang maupun bertahan secara efektif.
Yang, 29, sependapat dengan penilaian rekannya tersebut. Ia mengatakan lawan mampu mengendalikan servis dan pengembalian mereka, sementara permainan bertahan pasangan Taiwan belum cukup baik.
Keduanya mengatakan puas dengan raihan medali perunggu tersebut. Namun, Lee mengatakan mereka merasa “memiliki peluang” untuk mencapai final jika dapat tampil sedikit lebih baik.
Pelatih mereka, Chen Hung-ling, mengatakan kepada CNA bahwa sangat disayangkan Lee dan Yang tidak mampu bertahan dalam reli-reli sengit pada gim pertama. Namun, ia menilai keberhasilan mereka di turnamen ini dapat menjadi modal penting untuk menghadapi Asian Games mendatang di Nagoya, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober.
(Oleh Lee Chin-wei, Li Chien-chung, Wu Kuan-hsien, dan Jennifer Aurelia)