Forum bisnis Taiwan–India 2026 bahas sinergi teknologi dan lingkungan investasi

28/08/2026 15:09(Diperbaharui 28/08/2026 15:09)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Wakil Menteri Urusan Ekonomi Taiwan, Cynthia Kiang (kiri) dan Sekretaris Departemen Promosi Industri dan Perdagangan Dalam Negeri India, Amardeep Singh Bhatia di forum bisnis bilateral tahun ini di Bengaluru, Kamis. (Sumber Foto : CNA, 27 Agustus 2026)
Wakil Menteri Urusan Ekonomi Taiwan, Cynthia Kiang (kiri) dan Sekretaris Departemen Promosi Industri dan Perdagangan Dalam Negeri India, Amardeep Singh Bhatia di forum bisnis bilateral tahun ini di Bengaluru, Kamis. (Sumber Foto : CNA, 27 Agustus 2026)

Bengaluru, 28 Agu. (CNA) Utusan pemerintah bersama delegasi bisnis Taiwan dan India hari Kamis (27/8) menggelar pertemuan bilateral di Bengaluru untuk membahas sinergi semikonduktor dan iklim investasi. 

Pihak India menyuarakan optimisme untuk memperluas kerja sama rantai pasok semikonduktor, sementara kalangan industri Taiwan mendesak pemerintah setempat memperkuat kepastian regulasi serta membenahi iklim investasi.

Pertemuan bilateral yang digelar secara bergantian di kedua negara, yakni "Taiwan-India CEO Roundtable" dan "Taiwan-India Industrial Collaboration Summit", untuk pertama kalinya berlangsung di Bengaluru.

Wakil Menteri Urusan Ekonomi Taiwan, Cynthia Kiang (江文若) dan Sekretaris Departemen Promosi Industri dan Perdagangan Dalam Negeri India Amardeep Singh Bhatia hadir memimpin langsung dialog antarpemerintah tersebut.

Presiden Taiwan Chamber of Commerce in India Fred Chen (陳木騰) mengatakan kepada CNA bahwa faktor utama yang menjadi pertimbangan pelaku usaha Taiwan untuk berinvestasi adalah stabilitas kebijakan pemerintah India.

Chen menyarankan perusahaan Taiwan memulai ekspansi secara bertahap melalui aktivitas perdagangan umum guna memahami regulasi lokal sebelum mendirikan fasilitas manufaktur.

Ia juga mendorong pemerintah India mempercepat proses birokrasi, termasuk pengurusan visa, serta membenahi infrastruktur jalan untuk menekan risiko operasional.

Sekretaris Departemen Kebijakan Industri dan Promosi Investasi Negara Bagian Madhya Pradesh, John Kingsly, menuturkan keunggulan Taiwan di sektor manufaktur cip dan industri presisi akan melengkapi potensi tenaga kerja terampil teknologi informasi serta besarnya pasar kelas menengah India. 

"Jika teknologi Anda (Taiwan) dipadukan dengan keunggulan talenta kami (India), prospeknya akan sangat menjanjikan," ujarnya.

Kingsly menyampaikan kepada CNA bahwa investasi perusahaan Taiwan di India tidak hanya membuka akses ke pasar domestik yang masif, tetapi juga dapat memosisikan India sebagai basis ekspansi bisnis global.

Ia secara khusus menegaskan bahwa Pemerintah Negara Bagian Madhya Pradesh berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh bagi para investor, termasuk menyediakan mekanisme peninjauan perizinan melalui layanan satu pintu.

Chen memaparkan bahwa nilai perdagangan bilateral terus mencatatkan rekor tertinggi seiring menguatnya ekspansi sektor teknologi informasi dan komunikasi serta manufaktur pintar Taiwan di India.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA), James Huang (黃志芳) menegaskan hubungan ekonomi kedua negara kini telah bergeser dari sekadar transaksi jual-beli menjadi kemitraan rantai pasok yang strategis. 

Menanggapi ambisi besar India dalam mengembangkan ekosistem cip, Huang menyatakan pihak Taiwan menyambut baik peluang kolaborasi dan siap mendukung perkembangan industri semikonduktor di India secara bertahap.

(Oleh Li Chien-chung dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.