Taipei, 28 Agu. (CNA) Tingkat pengangguran Taiwan naik dari bulan sebelumnya untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juli karena lebih banyak lulusan baru memasuki pasar kerja lokal, sehingga meningkatkan jumlah pencari kerja pertama kali, kata Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik (DGBAS).
Data yang dikumpulkan oleh DGBAS menunjukkan tingkat pengangguran negara naik 0,05 poin persentase dari Juni menjadi 3,39 persen, tingkat tertinggi sejak Agustus 2025, ketika tingkat pengangguran berada di angka 3,45 persen.
Namun, angka Juli turun 0,01 poin persentase dari tahun sebelumnya, menjadikannya tingkat terendah untuk bulan Juli dalam 26 tahun terakhir.
Setelah penyesuaian musiman, tingkat pengangguran Taiwan tetap tidak berubah di angka 3,33 persen, menurut data tersebut.
Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, rata-rata tingkat pengangguran lokal sebesar 3,32 persen, turun 0,02 poin persentase dari tahun sebelumnya, kata DGBAS.
Pada Juli, jumlah pengangguran naik 7.000 orang, atau 1,65 persen, dari bulan sebelumnya menjadi 409.000, sementara jumlah pekerja naik 14.000 orang, atau 0,13 persen, menjadi 11,65 juta.
Tingkat partisipasi angkatan kerja naik 0,10 poin persentase dari Juni menjadi 59,66 persen, tingkat tertinggi untuk bulan Juli dalam 35 tahun terakhir, kata DGBAS.
DGBAS mengatakan jumlah pencari kerja pertama kali naik 4.000 orang dari bulan sebelumnya pada Juli, sementara jumlah mereka yang kehilangan pekerjaan akibat berakhirnya kontrak musiman dan sementara juga naik 3.000 orang.
Tan Wen-ling (譚文玲), wakil direktur Departemen Sensus lembaga tersebut, mengatakan kepada wartawan bahwa tingginya tingkat pengangguran pada Juli sebagian besar disebabkan oleh musim kelulusan, namun setelah penyesuaian musiman, tingkat pekerjaan tetap stabil, yang menunjukkan pasar kerja lokal yang stabil.
Tan mengatakan tingkat partisipasi angkatan kerja yang lebih tinggi menunjukkan meningkatnya keinginan para pencari kerja untuk memasuki pasar kerja, yang merupakan tanda positif bagi pasar kerja lokal.
Ia mengatakan kebijakan pemerintah untuk mendorong perempuan bergabung ke pasar kerja juga mendorong naiknya tingkat partisipasi angkatan kerja.
Berdasarkan tingkat pendidikan, mereka yang memiliki gelar universitas memiliki tingkat pengangguran tertinggi sebesar 4,54 persen pada Juli, sementara tingkat pengangguran sebesar 3,11 persen untuk individu dengan pendidikan SMA dan 1,98 persen untuk mereka yang berpendidikan SMP, tambah DGBAS.
Selain itu, tingkat pengangguran di kelompok usia 15-24 tahun sebesar 11,71 persen pada Juli, mencerminkan banyaknya pencari kerja pertama kali di kelompok usia tersebut, sementara tingkatnya sebesar 5,82 persen untuk kelompok usia 25-29 tahun dan 3,29 persen untuk kelompok usia 30-34 tahun, kata DGBAS.
Data DGBAS juga menunjukkan bahwa 122.000 orang diklasifikasikan sebagai pekerja setengah menganggur terkait waktu pada Juli, naik 1.000 orang, atau 0,87 persen, dari bulan sebelumnya. Angka ini juga naik 5.000 orang, atau 3,89 persen, dari tahun sebelumnya.
Organisasi Perburuhan Internasional mendefinisikan orang yang setengah menganggur terkait waktu sebagai pekerja yang jam kerjanya tidak mencukupi dibandingkan dengan situasi pekerjaan yang lebih diinginkan di mana mereka bersedia dan tersedia untuk bekerja lebih banyak.
Selesai/IF