Taiwan cek keselamatan warga negaranya pasca longsor maut Tibet

27/08/2026 12:28(Diperbaharui 27/08/2026 12:28)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Tanah longsor pada Rabu menutupi sebagian area pegunungan di Nepal, membuat beberapa rumah terancam. (Sumber Foto : Associated Press)
Tanah longsor pada Rabu menutupi sebagian area pegunungan di Nepal, membuat beberapa rumah terancam. (Sumber Foto : Associated Press)

Taipei, 27 Agu. (CNA) Pemerintah Taiwan sedang mencari informasi mengenai keselamatan warga negaranya di Tibet setelah terjadi longsor mematikan di dekat Pelabuhan Gyirong di perbatasan Nepal-Tiongkok, kata Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC) pada Rabu (26/8).

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Rabu malam, MAC mengatakan bahwa 51 warga negara Taiwan telah terdaftar berada di Tibet, melalui sistem pendaftaran perjalanan online sukarela pemerintah untuk orang-orang yang mengunjungi Tiongkok.

Lembaga pemerintah tertinggi Taiwan untuk menangani urusan lintas Selat Taiwan tersebut mengatakan pihaknya telah meminta Straits Exchange Foundation (SEF) menggunakan "saluran" yang tersedia guna memeriksa keselamatan warga Taiwan di daerah yang terdampak, tanpa merinci apa saja saluran tersebut.

SEF adalah organisasi semiresmi yang ditugaskan pemerintah Taiwan untuk menangani urusan yang melibatkan warga Taiwan yang berkunjung, tinggal, atau berbisnis di Tiongkok, serta pertukaran antara kedua belah pihak.

Komunikasi formal antara kedua pihak sebagian besar telah ditangguhkan sejak 2016, ketika Beijing menghentikan kontak resmi setelah Partai Progresif Demokratik yang condong pada kemerdekaan Taiwan kembali berkuasa.

Pada Rabu, MAC juga menyampaikan simpati kepada Tiongkok, atas nama pemerintah Taiwan, terkait bencana tersebut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan telah merilis peringatan perjalanan level "oranye" untuk Nepal dan mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan nonesensial ke negara tersebut. Warga yang berada di sana diminta menghindari zona terdampak serta aktif menjalin komunikasi dengan keluarga, kata MOFA.

Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di India, Chen Mu-min (陳牧民) menyampaikan kepada CNA bahwa lokasi terdampak bukan merupakan destinasi wisata populer warga Taiwan karena sulitnya akses visa ke Tibet.

Hasil koordinasi dengan diaspora dan otoritas lokal mengonfirmasi nihilnya warga Taiwan di lokasi kejadian saat musibah berlangsung, menurut Chen.

(Sumber Foto : Associated Press)
(Sumber Foto : Associated Press)

Menurut Xinhua News Agency milik negara Tiongkok, longsor terjadi di sisi perbatasan Nepal sekitar pukul 10.30 Rabu, menyebabkan korban jiwa yang signifikan dan membuat beberapa orang hilang di dekat Pelabuhan Gyirong di Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet selatan.

Akses jalan, komunikasi, dan listrik di sisi Tiongkok yang menuju pelabuhan terputus, lapor Xinhua sekitar pukul 9 malam hari Rabu.

Mengutip pusat komando penyelamatan di lokasi, kantor berita tersebut kemudian melaporkan bahwa tiga orang telah dipastikan tewas, sementara 265 orang masih hilang, hingga pukul 8 malam Rabu, dengan jumlah korban masih dalam proses verifikasi.

Pelabuhan Gyirong terhubung ke Distrik Rasuwa di Nepal dan merupakan salah satu pelabuhan darat terbesar antara Tiongkok dan Nepal serta berfungsi sebagai jalur utama perdagangan dan penyeberangan penumpang antara Tibet dan negara Asia Selatan tersebut.

Penyeberangan ini dibuka kembali pada bulan Januari setelah banjir pada Juli 2025 menghanyutkan jembatan yang menghubungkan kedua sisi, sehingga lalu lintas lintas perbatasan terhenti hampir enam bulan.

Di sisi Nepal dari perbatasan, pihak berwenang mengatakan 162 orang telah tewas, menurut laporan BBC pada Kamis pagi.

Lebih dari 400 orang diduga hilang, termasuk sekitar 340 warga negara asing, lapor BBC, mengutip otoritas Nepal.

(Oleh Sunny Lai, Lee Chin-wei, Agoeng Sunarto, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.