KDEI Taipei peringati upacara kemerdekaan RI dengan nuansa budaya Indonesia Timur

17/08/2026 13:55(Diperbaharui 17/08/2026 15:36)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber foto: CNA)
(Sumber foto: CNA)

Taipei, 17 Agu. (CNA) Kebudayaan Bugis tampil lewat baju bodo yang digunakan oleh barisan pasukan upacara kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Senin (17/8), yang dihadiri oleh sekira 200 diaspora Indonesia di Taiwan dari berbagai kalangan.

Dimulai pukul 9 pagi di Indonesian Exhibition Center (IEC), nuansa nan apik tersebut juga dihiasi dengan ragam warna-warni baju batik yang dikenakan para peserta. Selama 10 menit, upacara berlangsung dengan khidmat. Namun, pada upacara kali ini tidak ada amanat dari pembina upacara, yaitu Arif Sulistiyo, sebagai Kepala KDEI yang biasanya menyampaikan pesan pidato.


Wawan Kurniawan, Kepala Bagian Administrasi KDEI Taipei, kepada CNA mengatakan upacara kemerdekaan tahun ini terbilang spesial dan berbeda, dengan perwakilan dari diaspora Indonesia, termasuk dari PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia), PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama), PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah), dan IDN Taiwan (Indonesian Diaspora Network) .

“Mengenai tema upacara kali ini, kami mengambil salah satu budaya Indonesia Timur, yaitu baju bodo dari suku Bugis atau Makassar, Sulawesi Selatan. Jika tahun-tahun yang lalu KDEI Taipei sudah mengambil tema budaya dari Sumatera dan Jawa, kini diputuskan dari Indonesia Timur,” ungkap Wawan.

Dari ratusan peserta upacara itu, Arie, pekerja migran Indonesia (PMI), menjadi salah satu peserta yang datang bersama nenek yang dirawatnya, mengikuti upacara hingga selesai dan berfoto bersama. Nenek yang Arie rawat bahkan juga hadir dengan stelan kebaya merah-putih.

Dijumpai di akhir upacara, Arie mengatakan bahwa meskipun ia tinggal di Taiwan selama 14 tahun, baru kali ini ia mengikuti upacara bendera di KDEI. Namun, sebagai PMI, ia berpesan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang seharusnya diemban oleh negara.

“Indonesia merdeka, tetapi saya sebagai rakyat belum merasakan kemerdekaannya. Pesan saya untuk para PMI adalah agar tetap semangat dalam bekerja. Kita berjuang sendiri dan tetap sebagai WNI, tetapi harus berjuang ya,” ujar Arie.

Sementara itu, salah satu diaspora yang bekerja di Taiwan, Kartia Rausen, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN), mengatakan bahwa ini adalah kali kedua ia mengikuti upacara kemerdekaan RI di Taiwan. Ia pun berpesan agar rekan-rekan Indonesia di Taiwan dapat menunjukkan sesuatu yang baik, mempromosikan budaya Indonesia dan mengajak warga Taiwan untuk mengetahui dan mengakui bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.

“Saat ini Indonesia telah memasuki usia 81 tahun dengan perjalanan yang luar biasa; kita sampai berada di titik ini. Mari saya mengajak rekan-rekan diaspora semua untuk menghadirkan nuansa dan kebaikan Indonesia di Taiwan, semangat merdeka,” ujar Kartia.

Arif Sulistiyo selaku Kepala KDEI Taipei juga memberikan pesan bagi WNI di Taiwan dalam mengisi kemerdekaan RI untuk lebih menjaga persatuan antarsesama warga negara Indonesia dan tetap semangat dalam bekerja sehingga dapat meraih kesuksesan.

“Alhamdulillah, kali ini kami selesai melaksanakan upacara peringatan kemerdekaan RI ke-81 dengan lancar dan khidmat, diikuti oleh diaspora Indonesia di Taiwan mulai dari pelajar, pekerja migran, profesional, para pengantin asing, dan juga WNI lainnya. Saya berpesan untuk tetap menjaga persatuan, tetap semangat dalam bekerja dan belajar di Taiwan,” ungkap Arif.

(Sumber foto: KDEI Taipei)
(Sumber foto: KDEI Taipei)


Di akhir kegiatan upacara juga dilakukan penyerahan hadiah perlombaan kemerdekaan RI. Kegiatan lomba yang dimulai dari awal hingga pertengahan Agustus diadakan oleh KDEI Taipei bersama diaspora Indonesia di Taiwan, seperti bulu tangkis, tenis meja dan bowling. Selain itu, KDEI Taipei juga mengadakan permainan rakyat yang bertempat di IEC KDEI Taipei.

KDEI Taipei juga menggelar Funride 81 km bersama WNI dan komunitas-komunitas pesepeda Indonesia di Taiwan, Indonesian Cyclists in Taiwan (ICT), yang diadakan pada 8 Agustus 2026.  

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

(Sumber foto: KDEI Taipei)
(Sumber foto: KDEI Taipei)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.