Taipei, 19 Agu. (CNA) Eks anggota grup idola Indonesia JKT48, Yessica Tamara memerankan adegan kesurupan untuk pertama kalinya melalui film horor Taiwan yang berlatarkan Nusantara "The Rope Curse 4: Kuntilanak" (粽邪4:坤蒂拉娜), yang akan dirilis pada 27 Agustus.
Baca juga: Pemeran film Taiwan tentang kuntilanak ceritakan kisah menarik syuting di Indonesia
"Ini adalah peran pertama aku sebagai orang yang kesurupan," kata perempuan yang akrab dipanggil dengan nama Chika itu, dalam video promosi film yang dirilis hari Rabu (19/8).
Sambil bercanda, ia juga mengatakan ini mungkin akan menjadi pengalaman terakhirnya bermain sebagai orang yang kerasukan, dan penonton akan memahami alasannya setelah menonton, menurut rilis pers pihak produksi.
Meski hanya bermain di satu adegan sebagai tokoh tanpa nama, Chika menyebut pengalamannya terlibat di "The Rope Curse 4: Kuntilanak" sangat menarik dan membuatnya belajar banyak.
Dalam video, Chika juga memperlihatkan kebolehannya berbahasa Mandarin. "很高興認識你們 (sangat senang dapat berkenalan dengan kalian)," ujarnya, yang juga berperan di "Lingsir Wengi: Motel Malioboro" yang dijadwalkan dirilis Oktober.
Selain Chika, "The Rope Curse 4: Kuntilanak" juga menggandeng sejumlah bintang Indonesia lainnya, termasuk aktor papan atas Ferry Salim dan pemengaruh Andovi da Lopez.
Baca juga: Ferry Salim belajar Mandarin hingga ritual keagamaan untuk film horor Taiwan
Ferry memerankan karakter Master Lin, yang membantu orang mengusir roh jahat dan menyelesaikan berbagai persoalan supernatural, tetapi sebenarnya adalah seorang ahli spiritual yang mementingkan keuntungan pribadi.
Demi perannya, Ferry mengubah penampilannya secara drastis. Setiap kali syuting, ia harus menjalani proses menggambar tato, menghitamkan warna kulit, merias luka, serta menata rambut, yang seluruhnya memakan waktu tiga hingga empat jam. Ia pun mengaku karakter ini sangat menantang.
Ferry juga mengatakan bahwa penonton Indonesia yang melihat film ini akan melihat sisinya yang berbeda dari biasanya.
Untuk film ini, Ferry mengatakan dirinya harus mempelajari berbagai ritual keagamaan melalui lokakarya-lokakarya hingga mendalami bahasa Mandarin. "謝謝大家,我愛你 (terima kasih semuanya, aku cinta kamu)," ucapnya dalam video.
Aktris Wilson Hsu (許安植), pemeran karakter gadis Taiwan yang memiliki kemampuan supernatural bernama Jiamin, memuji Ferry, mengatakan bahwa perannya sebagai Master Lin sangat memikat.
Sementara itu, aktris Vera Chen (陳雪甄), yang memerankan Yulan, bibi Jiamin yang terkena kutukan, berkelakar bahwa wajah Ferry mengingatkannya akan penyanyi kelahiran Taiwan, Kris Phillips (費翔).
Aktor muda Taiwan Travis Fox (胡語恆), pemeran Zhen Hong, anak pekerja migran Indonesia bernama Mira yang menjadi korban kuntilanak, mengatakan Ferry kerap menunjukkan kepedulian dengan menanyakan kondisinya setelah adegan dirampungkan.
Di sisi lain, Andovi bermain di film horor perdananya ini dengan memerankan Mardi, kreator konten horor asal Indonesia sekaligus paman dari Zhen Hong.
Baca juga: Andovi jajal banyak pengalaman baru dengan berperan di film horor Taiwan
Andovi mengatakan bahwa salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika syuting adegan laga saat karakternya dikejar dan dipukuli penagih utang. Ia tidak hanya dihantam dengan keras, tetapi juga terjatuh ke sungai, sebelum harus menghadapi kuntilanak.
Andovi menyebut proses syuting tersebut menakutkan dan melelahkan, tetapi semuanya pasti sepadan ketika ditampilkan di layar lebar.
Ketika ditanya mengenai aktor yang paling berkesan selama bekerja sama dalam film ini, Andovi langsung menyebut pemeran tokoh A-Guai, Hangee Liu (劉國劭), yang menurutnya ramah dan lucu. Keduanya memiliki adegan saling mencekik dan berulang kali berlatih bersama tim koreografi aksi.
Liu sambil tertawa mengatakan bahwa mereka berdua sangat serasi. "Begitu gerakannya sudah tepat, kami langsung saling tos dan menyemangati. Di luar syuting, kami benar-benar sudah menjadi rekan yang cocok untuk film laga."
Di video, Andovi juga berusaha berbicara dalam bahasa Mandarin untuk mengajak masyarakat menonton film ini. "請大家進電影院看《粽邪4》 (mohon pergi ke bioskop untuk menonton 'The Rope Curse 4')."
"The Rope Curse 4: Kuntilanak" diawali kematian tragis Mira di sebuah kedai makan di Taiwan, setelah menonton siaran langsung Mardi yang berisi ritual dukun yang membangkitkan sosok kuntilanak. Pemilik toko juga ditemukan tewas gantung diri.
Yulan, yang tidak sengaja memasuki lokasi kejadian, kemudian mengalami berbagai keanehan. Dengan bantuan guru Jiamin, Master A-Xi yang diperankan Chen Po-cheng (陳博正), ia diketahui terkena kutukan yang membuat sebagian jiwanya terbawa ke Indonesia.
Untuk mematahkan kutukan ini, Yulan, Jiamin, A-Guai yang adalah teman seperguruan Jiamin, dan Zhen Hong pergi ke Indonesia dengan membawa patung Zhong Kui, dewa pembasmi setan dan roh jahat. Di sana, mereka didampingi Mardi dan Master Lin.
Sementara akan dirilis di bioskop di seluruh Taiwan bertepatan dengan Bulan Hantu dalam kepercayaan Tionghoa, pemutaran film ini di Indonesia masih dibicarakan, kata pihak produksi kepada CNA usai pemutaran khusus media Jumat lalu.
Baca juga: Film Taiwan tentang kuntilanak yang gandeng bintang Indonesia akan tayang 27 Agustus
"The Rope Curse 4: Kuntilanak" memulai rangkaian promosi di seluruh Taiwan pada akhir pekan lalu. Produser Jeff Tsou (鄒介中) memimpin sutradara Liao Shih-han (廖士涵) serta Hsu, Chen, dan Fox dalam tur promosi untuk berdoa memohon berkah di sejumlah kuil.
Dalam satu hari, tim mengunjungi lima kuil besar Taiwan, yakni Kuil Gongtian Baishatun di Kabupaten Miaoli, Kuil Jenn Lann Dajia di Taichung, Kuil Wude Beigang di Kabupaten Yunlin, Kuil Chaotian Beigang, serta Kuil Fengtian Xingang di Kabupaten Chiayi.
Film ini akan menggelar acara pemutaran khusus di Tainan, Kaohsiung, dan Taichung pada Sabtu mendatang, yang akan dihadiri Tsou, Liao, dan para pemeran utama untuk berinteraksi dengan penonton.
Pembelian tiketnya akan dapat dilakukan mulai pukul 11.00 Kamis melalui situs dan aplikasi Vieshow Cinemas serta loket bioskop, dan disertai berbagai cendera mata eksklusif film.
Selain itu, juga akan ada pemutaran gratis khusus komunitas Indonesia di Distrik Zhongli, Taoyuan dan Taichung pada Minggu, yang kuotanya telah ludes, menurut pengamatan CNA pada Rabu.
Selesai/IF