CGA Taiwan usir dua kapal Penjaga Pantai Tiongkok dari perairan Pratas

19/08/2026 09:33(Diperbaharui 19/08/2026 09:34)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Direktorat Jenderal Penjaga Pantai)
(Sumber Foto : Direktorat Jenderal Penjaga Pantai)

Taipei, 19 Agu. (CNA) Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA) Taiwan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusir dua kapal Penjaga Pantai Tiongkok yang memasuki perairan terbatas Kepulauan Pratas (Dongsha) pada Selasa (18/8) pagi.

CGA dalam siaran persnya Selasa malam menyatakan bahwa Pusat Komando Dongsha dari Cabang Dongsha-Nansha mereka mendeteksi kapal Penjaga Pantai Tiongkok bernomor lambung 3303 dan 3107  berada di luar perairan terbatas Pratas pada pukul 07.00.

Berdasarkan arah haluannya, kedua kapal tersebut terindikasi berniat menyusup ke wilayah perairan terbatas Taiwan, kata CGA, yang segera mengerahkan kapal Yunlin untuk melakukan pencegatan lebih awal dan menambah bantuan darurat kapal Tainan.

Selanjutnya, kapal Penjaga Pantai Tiongkok resmi memasuki perairan terbatas Pratas pada pukul 08.42 pagi. Kapal Yunlin langsung bergerak mengawal berdampingan dan melakukan pengusiran secara tegas menggunakan lewat radio dwibahasa.

CGA mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini pihaknya telah menghalau total lima kapal Penjaga Pantai Tiongkok sebanyak sebelas pelayaran di perairan terbatas Pratas. 

Kali ini, pihak Tiongkok memanfaatkan momen usainya latihan militer Han Kuang untuk mengerahkan dua kapal patrolinya menyusup ke perairan Pratas, menurut CGA.

Tindakan ini pada hakikatnya setara dengan gangguan di perairan timur Taiwan bermodus "penegakan hukum palsu demi ekspansi kekuasaan nyata," yang merusak perdamaian dan stabilitas kawasan secara serius, lanjut CGA.

CGA menambahkan bahwa pihaknya juga mengecam keras manuver manipulasi politik kapal patroli 3303 Tiongkok yang sempat sengaja melontarkan disinformasi yang menyimpang dari fakta dengan menyebut "Kapal Yunlin Penjaga Pantai Taiwan Tiongkok".

CGA menegaskan bahwa Republik Tiongkok (Taiwan) adalah negara yang berdaulat dan merdeka serta tidak saling tunduk dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). 

Hanya CGA yang berwenang menegakkan hukum di wilayah perairan Pratas, dan pembiaran kapal patroli Tiongkok yang menyusup ke perairannya demi menciptakan ilusi "yurisdiksi" telah menjadikan Beijing sebagai pembuat onar yang merongrong perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik, ujar ditjen tersebut.

CGA menegaskan kembali bahwa kedaulatan negara tidak boleh diprovokasi, dan pihaknya memiliki tekad kuat dalam mempertahankan kedaulatan serta kapabilitas nyata untuk menjaga perdamaian, serta akan mengambil segala tindakan yang diperlukan demi menjaga kedaulatan nasional dan keamanan perairan secara teguh.

(Oleh Huang Li-yun dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.