Taipei, 19 Agu. (CNA) Program perawat migran paruh waktu di Taiwan per akhir Juli telah menyediakan layanan lebih dari 100 ribu jam terhadap lebih dari 10 ribu masyarakat yang membutuhkan perawatan darurat, jangka pendek, dan mendesak, sejak diluncurkan 7 April tahun lalu, kata Kementerian Ketanagakerjaan, Selasa (18/8).
"Program Uji Coba Pelayanan Pendampingan Beragam", yang juga dikenal sebagai program perawat per jam, menyediakan tenaga perawat dengan biaya mandiri melalui organisasi nirlaba berbadan hukum, kata Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja (WDA).
WDA menyampaikan saat ini terdapat 13 lembaga nirlaba di 16 kabupaten dan kota di Taiwan yang menyediakan layanan tersebut.
Program layanan ini diajukan dengan skema pembiayaan mandiri dengan lima kategori utama: penyandang disabilitas fisik/mental, pasien penyakit berat atau cedera kritis, pasien pascaoperasi atau yang berobat dalam tiga bulan terakhir, keluarga yang memenuhi syarat merekrut perawat asing, serta penerima program perawatan jangka panjang tingkat 2 hingga 8.
Adapun cakupan layanan meliputi bantuan aktivitas sehari-hari, pendampingan keluar rumah, pendampingan berobat, hingga pendampingan keselamatan, menurut WDA.
Terkait opsi durasi, WDA menyampaikan bahwa pengguna dapat memilih paket layanan empat jam, delapan jam, 12 jam, hingga 24 jam, dengan penempatan waktu yang fleksibel.
WDA menambahkan bahwa frekuensi penggunaan tertinggi adalah pemakaian sekali jalan dan satu hingga dua pekan sekali, yang secara kumulatif mencakup 76 persen.
Dari segi durasi per pemakaian, pengguna paket 13 hingga 24 jam mendominasi sebesar 62 persen, dengan 75 persen di antaranya memanfaatkan layanan pada malam hari, tutur WDA.
Mengenai kualifikasi pengguna, kelompok penerima manfaat perawatan jangka panjang tingkat 2 hingga 8 merupakan yang terbanyak, mencapai 31 persen.
WDA menilai bahwa masyarakat mengombinasikan layanan pendampingan berbayar ini dengan program bantuan pemerintah yang ada untuk mengisi jeda kekosongan perawatan keluarga.
WDA menegaskan bahwa program uji coba ini berhasil memberikan dukungan nyata bagi kebutuhan perawatan mendesak dan temporer.
Ke depannya, pemerintah akan terus menggandeng lembaga-lembaga nirlaba di berbagai daerah untuk memastikan keluarga yang membutuhkan di seluruh Taiwan mendapatkan pendampingan dan perawatan yang lebih cepat, sekaligus menutupi periode transisi atau kekosongan tenaga perawat secara efektif, kata WDA.
(Oleh Elly Wu dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC