Jakarta, 16 Agu. (CNA) Taiwan Travel Fair diselenggarakan di Lippo Mall Puri, Jakarta dari Jumat (14/8) hingga Minggu, memperkenalkan Taiwan ke masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti mencicipi hidangan, pengalaman swakriya, dan pertunjukan budaya.
Digelar Taiwan Visitors Association atas penugasan Direktorat Jenderal Pariwisata (TA), di lokasi tersedia berbagai stan yang memberikan informasi mengenai paket wisata dan perjalanan, area foto bertema Taiwan, kuis pengetahuan, serta undian berhadiah.
Direktur Divisi Ekonomi Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia, Lu Feng-ching (路豐璟) dalam pidato pembukaan mengatakan bahwa Taiwan dan Indonesia telah mempertahankan hubungan dan pertukaran yang erat selama bertahun-tahun.
Selain terus memperdalam kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan pendidikan, kata Lu, dalam beberapa tahun terakhir pariwisata juga menjadi jembatan penting yang semakin mendekatkan kedua pihak.
Direktur Jenderal Kantor Pusat Informasi Pariwisata Taiwan di Jakarta, Abe Chou (周士弼) menyerahkan piagam penghargaan kepada mitra lokal Indonesia yang membantu mempromosikan pariwisata Taiwan.
Chou mengatakan promosi pariwisata tahun ini mengusung tema "Taiwan Tak Pernah Tutup", yang menampilkan beragam sumber daya pariwisata Taiwan sepanjang empat musim. Ia berharap pameran ini dapat membuat lebih banyak masyarakat Indonesia mengenal keunikan wisata dari berbagai daerah di Taiwan.
Pameran juga menghadirkan berbagai pertunjukan budaya. "Dancing Piepiya of Forest" (跳動的山林) dari Alishan membawakan tarian suku adat Tsou, sementara "Diabolo Walker" (鈴行者), yang pernah tampil di America's Got Talent, memainkan yoyo tradisional Taiwan dengan cara yang nonkonvensional.
Pameran menyediakan berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman langsung mengenai keunikan Taiwan. Salah satunya adalah Fenchihu Donut yang disajikan dalam kondisi baru dipanggang. Stan tersebut dipadati pengunjung yang mengantre.
Pemilik toko, Yeh Yu-hsuan (葉于瑄), mengatakan kepada CNA bahwa ia mengikuti pameran atas undangan Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Chiayi. Ini merupakan pertama kalinya ia membawa donat buatannya ke Jakarta, dan ia berharap semakin banyak orang dapat mengenal kuliner khas Taiwan.
Dalam kegiatan swakriya, Simbalion Art Studio menghadirkan pengalaman membuat dompet koin dengan teknik cetak. Peserta dapat menggunakan cetakan berbagai bentuk untuk mencetak gambar beruang hitam Formosa, burung murai biru Formosa, serta teh susu boba pada dompet koin.
Pemengaruh Indonesia, Shilvy, juga hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut dan membuat dompet koin secara langsung. Kepada CNA, ia mengatakan pernah bepergian ke Taiwan dua tahun lalu dan mengunjungi sejumlah tempat wisata, termasuk Sun Moon Lake, yang masih membekas dalam ingatannya.
Shilvy mengatakan makanan di Taiwan enak, harganya terjangkau, dan masyarakatnya juga ramah, sehingga ia membawa pulang banyak kenangan indah. Menurutnya, selain mendapatkan lebih banyak informasi mengenai perjalanan wisata dengan mengikuti pameran ini, ia juga semakin ingin kembali berwisata ke Taiwan.
Pameran ini juga diisi sesi berbagi sejumlah pemengaruh, termasuk Christina Chandra, Margareth Angelina, dan Shelby Wu.
(Oleh Gwyneth Sharon, pemagang Gabi Huang, dan Jason Cahyadi)
Selesai/ML