Taipei, 18 Agu. (CNA) Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) pada hari Selasa (18/8) menyampaikan keprihatinannya kepada Interkultur, penyelenggara World Choir Games ke-14 yang diadakan di Swedia, setelah mereka diduga melarang penonton untuk menampilkan bendera Republik Tiongkok (Taiwan) pekan lalu.
Eric Huang (黃鈞耀), Direktur Jenderal Departemen Urusan Eropa MOFA, mengatakan bahwa departemennya telah meminta kantor perwakilan Taiwan di Swedia dan Jerman, tempat Interkultur berada, untuk menyelidiki masalah tersebut dan menyampaikan posisi negara kepada penyelenggara.
"Kami mendesak mereka untuk menjunjung tinggi inklusivitas acara dan menghormati hak kebebasan berekspresi serta kebebasan pers," kata Huang.
Huang menyampaikan imbauan tersebut saat diminta mengomentari tanggapan pemerintah setelah insiden yang terjadi pada hari Sabtu di luar Gedung Konser Helsingborg, tempat World Choir Games diadakan.
Seorang pendukung asal Swedia, Jorgen Grugaard, dihentikan oleh staf acara setelah ia membentangkan bendera ROC saat berbicara dengan seorang reporter CNA yang berbasis di Swedia.
"Insiden bendera itu sangat mengejutkan karena saya...melihat lencananya berasal dari Tiongkok, dia dari Tiongkok," kata Grugaard.
Staf juga memperingatkan reporter CNA bahwa akreditasi pers reporter tersebut akan dicabut jika bendera itu muncul dalam liputan berita.
Mereka mengatakan acara tersebut mengikuti "Model Olimpiade," di mana tim Taiwan bertanding sebagai "Chinese Taipei" dan bendera ROC tidak diizinkan di lokasi kompetisi.
Interkultur menolak untuk diwawancarai mengenai isu bendera tersebut namun memberikan pernyataan tertulis kepada CNA, menyatakan bahwa mereka telah menerapkan peraturan yang sama sejak tahun 2000.
Organisasi tersebut mengatakan bahwa acaranya didasarkan pada "ide Olimpiade" dan mengikuti praktik Komite Olimpiade Internasional yang menggunakan nama "Chinese Taipei" untuk partisipasi Taiwan, mengacu pada Resolusi Nagoya 1979.
Interkultur mengatakan konvensi tersebut juga didasarkan pada kesepakatan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Chinese Taipei yang dicapai di Linz, Austria, pada tahun 2000.
Huang mengatakan dalam pengarahan mingguan MOFA bahwa kompetisi paduan suara internasional yang berakhir pada hari Minggu itu bukanlah Olimpiade dan oleh karena itu tidak seharusnya tunduk pada apa yang disebut "Model Olimpiade."
"Kami akan terus berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk menegaskan hak pemerintah dan kelompok sipil kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan internasional secara setara," katanya.
Selesai/ML