Taipei, 15 Agu. (CNA) Sebuah gereja lokal di Taipei hari Sabtu (15/8) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia (RI) dengan ibadah, penampilan, perlombaan, dan makan bersama, dihadiri lebih dari 200 diaspora maupun warga Taiwan.
Ornamen khas Nusantara mempercantik Good News Church di Distrik Xinyi, yang pada Sabtu merayakan Hari Kemerdekaan RI dengan acara yang diramaikan potong tumpeng; lomba makan kerupuk; penampilan tari, angklung, dan nyanyian; hingga makan-makan hidangan khas tanah air.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Arif Sulistiyo mengatakan bahwa seiring jumlah warga negara Indonesia di Taiwan telah mencapai hampir 400.000 orang, "Taiwan sudah menjadi rumah kedua bagi kita."
"Kita mengucapkan terima kasih kepada Taiwan yang telah mengizinkan teman-teman bekerja, kemudian ada yang belajar," kata Arif. "Meski kita jauh dari Indonesia, tetapi hati kita masih tetap Indonesia."
Arif pun mengucapkan terima kasih kepada para diaspora yang telah memperkenalkan budaya Indonesia di Taiwan. "Semoga kerja sama Indonesia dan Taiwan terus meningkat."
Sementara itu, Wakil Direktur Jenderal Urusan Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Taiwan, Lin Hong-hsun (林宏勳) mengatakan dirinya terkejut lagu rohani bisa terdengar "begitu indah" saat dinyanyikan dalam bahasa Indonesia. "Ini membuktikan bahwa di bawah berkat Tuhan tidak ada batasan bahasa dan suku."
Lin juga mengatakan bahwa banyaknya warga Indonesia yang bisa hadir di acara ini menjadi salah satu bukti keberhasilan Kebijakan Baru ke Arah Selatan pemerintah Taiwan yang telah diluncurkan sepuluh tahun.
Di sisi lain, dengan banyaknya warga Indonesia di Taiwan, hari raya seperti Idulfitri kini juga telah "terasa sangat dekat," bahkan dirayakan pemerintah dan warga lokal, kata Lin.
Lin mengatakan rekan-rekan Indonesia telah memasuki kehidupan warga Taiwan, yang membuat hubungan antarmasyarakat kedua negara semakin erat.
Atas nama Kementerian Luar Negeri, Lin juga menyampaikan dukacita atas gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang perairan Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi. Pemerintah Taiwan, ujarnya, pasti akan mengulurkan bantuan jika diminta pemerintah Indonesia.
Kevin Chin (秦凱文), penginjil di Good News Church, dalam khotbahnya memberikan kesaksian perubahan hidupnya yang disebutnya terjadi karena kasih Tuhan, dan menurutnya beresonansi dengan bagaimana sebuah bangsa melepas belenggu untuk meraih kemerdekaan.
Pria asal Kalimantan yang telah menetap di Taiwan selama 35 tahun itu mengatakan kepada CNA bahwa dirinya menginisasi acara Sabtu karena "visi" yang diberikan kepadanya untuk menggelar kegiatan besar bagi diaspora Indonesia.
Ia pun terinspirasi menggelar acara itu bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI karena menurutnya, orang Indonesia membawa budaya untuk merayakannya meski berada di perantauan.
Kevin mengatakan dirinya berharap makin banyak budaya Indonesia diperkenalkan di Taiwan, dan agar diaspora saling mempererat persaudaraan melalui perayaan Sabtu.
Ia juga mengajak para diaspora untuk menghadiri acara silaturahmi Indonesia di Good News Church, yang biasanya digelar setiap Sabtu di pekan ketiga tiap bulannya.
"Supaya setiap kita teman-teman Indonesia boleh saling berbagi, boleh saling bersilahturami. [Yang] punya masalah, punya apa, melalui silaturahmi ini kita boleh saling membantu. Boleh saling berbagi," pesannya.
Salah satu hadirin, Joko asal Medan, mengatakan kepada CNA bahwa ini adalah pertama kalinya dirinya mengikuti perayaan Hari Kemerdekaan RI selama ia 36 tahun menetap di Taiwan.
Lulusan teknik sipil National Taiwan University tersebut mengatakan dirinya bahagia dan merasa kegiatan ini meriah.
Sementara itu, pemuda Taiwan bernama Jacky (柳學顯) yang mengikuti lomba makan kerupuk mengatakan kegiatan ini menarik dan terasa baru baginya karena adanya perbedaan budaya.
"Saya sendiri biasa pergi ke gereja, jadi ada beberapa hal yang menurut saya juga terasa cukup unik," ucapnya kepada CNA.
Selesai/IF