Pertukaran anak imigran baru Taiwan dengan sekolah Asia Tenggara catat ribuan peserta

19/08/2026 14:11(Diperbaharui 19/08/2026 14:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)
(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)

Taipei, 19 Agu. (CNA) Dua puluh sekolah dan lebih dari seribu pelajar dan guru telah berpartisipasi dalam sebuah program pemerintah Taiwan yang mendorong pertukaran anak-anak imigran baru dengan sekolah-sekolah di negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan (NSP), kata Kementerian Pendidikan (MOE) hari Rabu (19/8).

Melalui kunjungan timbal balik dan pertukaran budaya, program yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pendidikan K-12 (K12EA) sejak tahun akademik 2024/2025 ini telah menjangkau berbagai negara, termasuk Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina, kata MOE dalam sebuah rilis pers.

Pada tahap awal berjalannya program, sekolahan Taiwan terlebih dahulu melakukan pertukaran melalui konferensi video dengan sekolah menengah atas di negara-negara NSP. Melalui interaksi daring, para pelajar saling mengenal budaya masing-masing dan membangun dasar untuk pertukaran lebih lanjut, kata MOE.

Setelah itu, sekolah mengatur kunjungan timbal balik secara langsung untuk memperdalam pengalaman budaya dan pembelajaran. Anak-anak dari keluarga imigran baru menjadi prioritas peserta, tetapi pelajar dari keluarga kurang mampu maupun yang lainnya juga diberikan kesempatan, kata MOE.

Melalui pembelajaran di kelas, pengalaman budaya, dan pertukaran antarsekolah, para pelajar dibekali kompetensi inti seperti menghargai keberagaman budaya, berkomunikasi lintas budaya, dan bekerja sama secara internasional, sebut MOE.

(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)
(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)

Di antara para peserta, National Hsin-feng Senior High School pada tahun akademik 2025/2026 mengundang guru dan pelajar dari Vietnam ke Taiwan, serta bekerja sama dengan Chang Jung Christian University dan National Houbi Senior High School untuk menyelenggarakan kegiatan pertukaran budaya selama lima hari.

Melalui berbagai pengalaman, seperti kelas khusus, kunjungan budaya, dan program menginap bersama keluarga penerima, kegiatan ini mengintegrasikan pembelajaran tentang pembuatan bata kertas, cyanotype, keramik, astronomi, komunikasi dalam bahasa Inggris, serta kuliner khas Taiwan, kata MOE.

Sementara itu, National Tseng-Wen Agricultural & Industrial High School telah menyelenggarakan pertukaran Taiwan–Vietnam selama tiga tahun berturut-turut. Pada tahun akademik 2026/2027, mereka akan menggandeng dua sekolah dari Vietnam serta National Tainan Senior Marine Fishery Vocational School.

Program ini memperluas wawasan internasional para pelajar serta membekali mereka dengan daya saing global, kata K12EA. Melalui interaksi lintas negara, mereka didorong untuk mengenal budaya yang berbeda dan membangun persahabatan internasional, tambah ditjen tersebut.

Pemerintah Taiwan akan terus mendorong kegiatan pertukaran internasional bagi anak-anak imigran baru, serta mendorong sekolah mengembangkan program pembelajaran yang berciri khas dan beragam secara budaya, kata K12EA.

Hal ini bertujuan untuk membangun kemampuan inti seperti komunikasi dan kerja sama lintas budaya serta wawasan global, memperkuat mobilitas internasional pelajar, dan menjadikan keberagaman budaya sebagai kekuatan penting yang menghubungkan Taiwan dengan dunia, kata K12EA.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ja

(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)
(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.