Taichung, 10 Sep. (CNA) Kawasan Niaga Busana Jalan Tianjin di Taichung akan menggelar "Festival Jemur Pakaian" dari Jumat (11/9) hingga Minggu, kata Chang Sheng-ming (張聖明) selaku ketua komite manajemen kawasan grosir pakaian legendaris itu.
Di tengah gempuran tren belanja daring yang memangkas omzet pedagang hingga separuh, kawasan ini berupaya memikat kembali pengunjung melalui kegiatan fisik serta mengadopsi teknologi pemasaran berbasis kecerdasan buatan (AI) guna mendorong transformasi integrasi daring-luring, kata Chang.
Festival ini diselenggarakan di bawah arahan Biro Pengembagnan Ekonomi Pemerintah Kota Taichung dan berlokasi di sepanjang ruas jalan Tianjin dengan penutupan jalan sementara.
Kawasan yang berdiri sejak 1990 ini pada masa keemasannya dihuni lebih dari 300 toko grosir dan eceran pakaian yang sepenuhnya mengandalkan gerai fisik, kata Chang.
Namun, akibat persaingan ketat dengan platform dagang daring, jumlah gerai saat ini menyusut menjadi sekitar 200 toko, dengan total pendapatan anjlok hingga 50 persen dibanding masa kejayaan, ujar Chang.
Melalui gelaran festival ini, pedagang berharap dapat mengundang kembali konsumen untuk melihat dan menyentuh langsung kualitas produk, kata Chang.
Chang menjelaskan bahwa para pelaku usaha kini mulai beralih memanfaatkan siaran langsung serta lelang daring.
Tahun ini, dengan bimbingan dari Direktorat Jenderal Pengembangan Niaga, para pedagang diperkenalkan dengan perangkat pemasaran berbasis AI.
Teknologi ini memungkinkan calon pembeli mencoba pakaian secara virtual lewat simulasi daring sebelum datang ke toko fisik, sekaligus membuka saluran penjualan yang lebih beragam bagi transformasi pedagang lokal, kata Chang.
Pihak penyelenggara memaparkan bahwa festival ini melibatkan hampir 100 gerai pilihan dengan berbagai program diskon. Pada hari pembukaan, panitia menggelar "Tantangan Isi Kantong NT$200" (Rp111 ribu) yang memberi kesempatan pengunjung berbelanja hemat dengan batas waktu tertentu.
Selain itu, tersedia lokakarya kriya yang mengajarkan warga mendaur ulang pakaian bekas di rumah menjadi syal atau bandana hewan peliharaan sebagai bentuk pemanfaatan kembali bahan kain terbuang, kata penyelenggara.
(Oleh Edison Su dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC