London, 26 Juni (CNA) Mangga Irwin asal Taiwan kini mulai memasuki pasar Inggris, di mana para konsumen yang mencicipi buah tersebut di supermarket spesialis Taiwan di London pada Rabu (24/6) memuji teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis.
Seorang pembeli asal Inggris, Jane, menyebut mangga Irwin Taiwan "sangat indah," dan mengatakan buah tersebut "matang sempurna dan sangat, sangat manis" serta berbeda dari mangga yang biasanya dijual di supermarket Inggris. "Mereka memiliki sedikit rasa akhir yang berbeda -- hampir seperti rempah."
Sasha, yang mengaku menyukai mangga, mencatat mangga Irwin Taiwan lebih sedikit seratnya dibandingkan dengan yang umum dijual di toko-toko kelontong di London.
Mangga-mangga tersebut diperkenalkan ke Inggris oleh LingerMart, sebuah supermarket di distrik Richmond, London, yang didirikan dan dioperasikan seorang pengusaha asal Taiwan bernama Gili.
LingerMart, yang menjual berbagai produk dari Taiwan termasuk camilan, minuman, mi, dan bumbu, baru-baru ini mengimpor satu kotak berisi 14 mangga Irwin dari Taiwan sebagai uji coba untuk melihat bagaimana performanya di pasar lokal.
Supermarket ini juga telah mulai menerima prapenjualan untuk mangga tersebut melalui platform belanja daring mereka, dengan pengiriman dijadwalkan pada Juli.
Menurut situs webnya, prapenjualan ditawarkan dalam dua pilihan: kotak 2,5 kilogram berisi tujuh hingga delapan mangga seharga £117,99 (Rp2,41 juta), dan kotak 5 kilogram seharga £192,99.
Supermarket tersebut mengatakan pihaknya akan memulai penjualan langsung di toko untuk buah ini pada dua pekan pertama Juli.
LingerMart akan segera membuka toko kedua di Windsor, sekitar 30 menit berkendara dari Richmond. Gili mengatakan bahwa lokasi-lokasi tersebut, termasuk yang di Richmond, dipilih untuk menjangkau basis konsumen Inggris yang lebih luas.
Ia memutuskan untuk memperkenalkan mangga Taiwan setelah melihat buah tersebut baru-baru ini masuk ke pasar Prancis, yang menginspirasinya untuk membawa buah itu ke Inggris sambil memastikan pengirimannya segar langsung dari Taiwan, kata Gili.
Mangga hanyalah permulaan, tambahnya, seraya menambahkan bahwa LingerMart berharap dapat mengimpor buah musiman Taiwan lainnya di masa depan, termasuk buah naga, leci, dan pomelo, tergantung ketersediaan.
Supermarket ini juga berencana secara bertahap memperkenalkan produk laut Taiwan seperti ikan bandeng, serta produk pertanian khas dari seluruh Taiwan, termasuk produk organik dari asosiasi petani Kabupaten Hualien.
Fan Chih-lun (范植倫), manajer perdagangan internasional di LingerMart, mengatakan riset pasar menunjukkan buah Taiwan berkualitas tinggi kurang cocok untuk bersaing di supermarket arus utama Inggris dan lebih tepat diposisikan di segmen premium.
Restoran kelas atas sudah menunjukkan minat untuk membeli buah tersebut setelah mencobanya, kata Fan.
Tujuan LingerMart bukan hanya untuk menjual produk, tetapi juga untuk menunjukkan kepada konsumen Inggris bahwa Taiwan memproduksi buah berkualitas tinggi sepanjang tahun, tambahnya.
Weng Kai-li (翁愷莉), wakil presiden Natural House Group yang berhasil mengamankan kontrak pesanan dari pasar Eropa, mengatakan kepada CNA bahwa keunggulan mangga Taiwan terletak pada aromanya yang sangat harum dan tekstur daging buahnya yang lembut, yang telah berhasil memikat selera masyarakat Prancis.
Respons pasar sejumlah negara Benua Biru yang antusias atas buah Taiwan bahkan memicu importir dari Belanda, Italia, Republik Ceko, dan Jerman untuk mengajukan kerja sama bisnis, ujarnya.
"Semua pencapaian ini merupakan buah kerja keras tim kami dalam mengatasi perbedaan zona waktu untuk berkolaborasi dengan mitra dagang di Eropa," kenang Weng.
Ia menambahkan bahwa Uni Eropa menerapkan pengawasan yang sangat ketat terkait uji kandungan pestisida, penanganan hama penyakit, serta standar karantina tumbuhan. Ditambah dengan biaya pengemasan dan pengiriman kargo udara, ia mengaku biaya modal yang dibutuhkan memang tergolong sangat besar.
Meski demikian, Weng menekankan bahwa melalui kantor perwakilan grupnya dan jaringan importir di negara tujuan, pihaknya dapat memantau langsung ulasan pembelian serta umpan balik dari konsumen di lapangan.
Baginya, kelayakan bisnis jangka panjang jauh lebih krusial. "Popularitas sesaat seperti kembang api itu tidak penting, target utama perjuangan kami adalah agar produk ini dapat bertahan dalam jangka panjang di Eropa," pungkasnya.
Selesai/