KDEI berpartisipasi dalam forum bisnis pariwisata di Tainan

26/06/2026 11:37(Diperbaharui 26/06/2026 11:39)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Table Mart Pariwisata yang diselenggarakan oleh Tainan Association of Travel Agent di Elephant Grand Ballroom, Tainan. (Sumber Foto : KDEI)
Table Mart Pariwisata yang diselenggarakan oleh Tainan Association of Travel Agent di Elephant Grand Ballroom, Tainan. (Sumber Foto : KDEI)

Taipei, 26 Juni (CNA) Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei mengatakan Bidang Pariwisata dan Perhubungan mereka baru-baru ini mengikuti Table Mart Pariwisata yang diselenggarakan Tainan Association of Travel Agent di Elephant Grand Ballroom, Tainan.

Dalam wawancaranya bersama CNA, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI, Ruth Evelin Pasaribu mengatakan Table Mart pada 17 Juni silam itu merupakan forum bisnis yang mempertemukan pelaku industri pariwisata dalam format pertemuan langsung.

Kegiatan tersebut diikuti 97 peserta pameran yang terdiri atas agen perjalanan, hotel dan resort, museum, objek wisata, pemerintah daerah, dan perwakilan promosi pariwisata dari beberapa negara, menurut Ruth.

Stan KDEI sendiri, ujarnya, mempromosikan produk dan destinasi unggulan Indonesia dari beberapa travel agensi, antara lain BMW Tours and travel, 3T Tours Indonesia, GD Tour, Savir Travel, dan Travel Celindo Bali.

Beberapa paket destinasi yang ditawarkan mencakup paket destinasi di Bali, Labuan Bajo, Manado, Pontianak, Jember, Danau Toba, Waerebo, Kalimantan, Surabaya, Yogyakarta, dan Belitung, tambahnya.

"Kami melakukan penyebaran brosur berupa produk destinasi di Indonesia, juga pembagian beberapa hadiah berupa magnet gantungan kunci plus video promosi juga," ujar Ruth.

"Keikutsertaan KDEI Taipei dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas kerja sama dengan ekosistem pariwisata Taiwan sekaligus memperkuat promosi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan bagi wisatawan Taiwan," sambungnya.

Stan KDEI mempromosikan produk dan destinasi unggulan Indonesia. (Sumber Foto : KDEI)
Stan KDEI mempromosikan produk dan destinasi unggulan Indonesia. (Sumber Foto : KDEI)

Selain menjadi sarana untuk menjalin komunikasi dengan para pelaku industri, Ruth menambahkan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk memperoleh informasi terkini mengenai tren perjalanan wisata, preferensi pasar, serta potensi kerja sama yang dapat mendukung peningkatan arus kunjungan wisatawan antara Indonesia dan Taiwan.

Sementara itu, KDEI juga melakukan diskusi bersama para agen perjalanan mengenai tantangan wisata Indonesia dari opini para pelaku travel agen di Taiwan selatan. Tidak adanya penerbangan langsung dari wilayah itu menjadi salah satu tantangan dalam memasarkan paket wisata, ungkap diskusi. 

Saat ini, semua penerbangan langsung ke Indonesia beroperasi dari Bandara Internasional Taoyuan di utara, sehingga wisatawan dari Tainan dan wilayah sekitarnya perlu melakukan perjalanan terlebih dahulu ke Taoyuan. 

Meskipun saat ini destinasi yang paling diminati adalah Bali dan Jakarta, ada beberapa agen perjalanan yang menunjukkan ketertarikan terhadap destinasi lain seperti Pontianak dan Labuan Bajo, kata Ruth.

Selain itu, terdapat juga agen perjalanan yang mengungkapkan minat untuk mempertimbangkan Indonesia sebagai salah satu destinasi yang akan dipasarkan di masa mendatang, ucapnya.

(Oleh Miralux)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.