Taipei, 28 Apr. (CNA) Mingadi, seorang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang telah bekerja di Taiwan selama 15 tahun, telah terpilih sebagai salah satu pekerja migran teladan Kota Hsinchu tahun ini, kata Departemen Urusan Ketenagakerjaan dan Pemuda kota.
Ia telah lama bekerja di kapal dan sangat memahami berbagai proses penangkapan ikan, serta tetap mampu bekerja secara stabil dan profesional meskipun berada dalam lingkungan kerja dengan intensitas tinggi, kata departemen tersebut dalam siaran pers pemerintah kota yang dirilis hari Minggu (26/4).
Dalam upacara pemberian penghargaan pada Sabtu, Wali Kota Hsinchu Kao Hung-an (高虹安) mengatakan bahwa kotanya yang menjadi pusat teknologi dan industri sangat bergantung pada kontribusi berbagai talenta, termasuk pekerja migran dari berbagai negara.
Banyak pekerja migran yang telah lama bekerja dan tinggal di Taiwan, tidak hanya mengumpulkan pengalaman praktis yang kaya, tetapi juga terus meningkatkan kemampuan di bidang masing-masing hingga menjadi tenaga kerja penting yang profesional, kata Kao.
Sebagian besar penerima telah bekerja lebih dari sepuluh tahun, kata Kao, berkembang secara stabil dari tingkat dasar, dan menjadi pilar penting bagi perusahaan maupun masyarakat.
Menurut Departemen Urusan Ketenagakerjaan dan Pemuda, di antara para penerima, ada yang telah naik dari pekerja lini produksi hingga menjadi posisi manajemen, serta ada yang lama berkecimpung dalam perawatan lansia, "Menunjukkan profesionalisme dan dedikasi yang tinggi."
Wu Tai-wei (吳達偉), kepala departemen tersebut, menyampaikan bahwa pemerintah kota dalam beberapa tahun terakhir juga aktif mendorong berbagai kebijakan dan layanan ramah pekerja migran.
Di antaranya, kata Wu, termasuk menyediakan loket konsultasi, mengadakan sosialisasi hukum multibahasa dan kegiatan pertukaran budaya, serta bekerja sama dengan saluran siaga 1955 Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyediakan saluran pengaduan dan konsultasi yang cepat dan beragam.
Melalui kegiatan penghargaan ini, masyarakat dapat melihat peran penting pekerja migran di berbagai industri, menurut Wu.
Ke depannya, ujarnya, pemerintah kota akan terus memperkuat mekanisme inspeksi terhadap rencana layanan perawatan kehidupan yang diajukan pemberi kerja, serta membantu pekerja migran agar dapat bekerja dengan stabil dan hidup dengan tenang di Kota Hsinchu, menciptakan lingkungan kota yang lebih ramah dan inklusif.
Departemen Urusan Ketenagakerjaan dan Pemuda mengatakan pemerintah kota terus secara aktif menyempurnakan kebijakan perlindungan pekerja migran, mulai dari perlindungan hak kerja, dukungan kehidupan sehari-hari, hingga integrasi budaya.
Tujuannya, kata departemen tersebut, adalah menciptakan lingkungan kerja dan kehidupan yang lebih ramah, sehingga pekerja migran dapat menetap dan berkembang dengan tenang serta menjadi mitra penting dalam kemajuan kota.
Selesai/IF