Taipei, 28 Apr. (CNA) Pejabat senior dari rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) hari Senin (27/4) menyoroti layanan interpretasi dan rencana alat bantu berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membuat layanan kesehatan lebih mudah diakses kelompok pasien termasuk warga negara asing.
Merawat warga negara asing, termasuk dengan menyediakan dukungan bahasa, adalah "kemampuan yang harus dimiliki rumah sakit modern" yang penting untuk mewujudkan "kesetaraan layanan kesehatan", kata Wu Chien-hsien (吳建賢), wakil direktur di Rumah Sakit MOHW Taipei, dalam seminar yang digelar kementerian.
Dalam presentasinya, Wu mengatakan Rumah Sakit Taipei meluncurkan layanan interpretasi di aplikasi pesan LINE pada Agustus tahun lalu, memungkinkan pasien yang berbicara bahasa Indonesia, Thailand, atau Vietnam untuk membuat janji secara daring dan menerima dukungan konsultasi medis dari penerjemah.
Saat ini, 578 warga negara asing telah mendaftar untuk layanan tersebut, katanya.
Wu mengatakan kepada CNA bahwa rumah sakit juga dapat mengatur penerjemah untuk mendampingi pasien asing selama kunjungan medis, dengan dukungan yang tersedia tidak hanya dalam tiga bahasa Asia Tenggara tersebut, tetapi juga Inggris.
Ia mengatakan bahwa layanan interpretasi di tempat yang diluncurkan tiga tahun lalu ini telah mendapat respons "baik" dari pasien asing karena "ketika mereka berbicara langsung dengan dokter sendiri, beberapa informasi seringkali sulit untuk disampaikan sepenuhnya".
Kedua layanan tersebut bersama-sama telah membantu meningkatkan kunjungan pasien asing ke rumah sakit, dengan jumlah yang naik dari 3.419 pada tiga bulan pertama 2025 menjadi 3.622 pada periode yang sama pada 2026, menurut presentasi Wu.
Wu mengatakan Rumah Sakit Taipei berencana untuk memperkenalkan robot dengan AI di pintu masuknya pada akhir tahun ini untuk menjawab pertanyaan pasien tentang layanan rumah sakit dalam bahasa pilihan mereka.
Juga berbicara tentang AI, Yang Nan-ping (楊南屏), direktur Rumah Sakit Umum Taoyuan MOHW, mengatakan rumah sakit sedang mengembangkan layanan berbantuan AI yang dapat membantu pasien mendaftar ke departemen yang sesuai.
Yang mengatakan pasien yang tidak yakin ke departemen mana mereka harus pergi biasanya menelepon rumah sakit untuk meminta saran, tetapi staf meja depan sering sibuk, mungkin tidak sepenuhnya memahami apa yang ditanyakan pasien, atau "tidak selalu dapat memberikan jawaban".
Untuk mengatasi tantangan tersebut, ia mengatakan rumah sakit berharap dapat menggunakan AI untuk menghubungkan pertanyaan pasien langsung ke basis data rumah sakit dan memberikan respons secara waktu nyata, baik mereka mencoba memilih departemen yang sesuai atau mencari informasi edukasi kesehatan.
Yang mengatakan layanan ini kemungkinan akan dikembangkan sebagai aplikasi, menambahkan bahwa rumah sakit sedang mengembangkannya bersama perusahaan teknologi informasi dan berharap dapat meluncurkan versi berbahasa Mandarin terlebih dahulu pada akhir tahun ini.
Selesai/JC