Taipei, 2 Agu. (CNA) Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin bertekad terus menjangkau prestasi lebih tinggi, setelah meraih gelar juara YONEX Taipei Open 2026 hari Minggu (2/8).
Di final yang berlangsung 42 menit, Leo/Daniel -- unggulan kedelapan di turnamen -- menaklukkan unggulan kelima asal Malaysia Aaron Chia dan Aaron Tai, 23-21, 21-19. Tertinggal di awal kedua set, pasangan Indonesia tersebut terus berhasil membalikkan keadaan dengan pertahanan solid dan serangan kuat.
Dalam wawancara dengan CNA, Daniel mengatakan ia dan tandemnya bersyukur dapat keluar sebagai juara di Taipei meski diakuinya tidak mudah.
"Set pertama, [di] awal-awal, dan set kedua, [di] awal-awal juga kami ketinggalan, dan di situ kami terus komunikasi gimana caranya membalikan keadaan dan bisa memenangkan. Ya, itu berkat dari instruksi pelatih dan komunikasi kami," ucapnya.
Sementara itu, Leo mengatakan sisi positif yang diambil di pertandingan ini adalah keduanya lebih banyak berkomunikasi tentang jalannya permainan. "Pastinya kami yang penting di tengah lapangan jangan mau kalah dan jangan lengah saja."
Mei tahun lalu, Daniel sempat mengalami cedera pada lutut kirinya ketika mendarat dengan posisi kaki yang tidak tepat setelah melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan Grup D Piala Sudirman 2025 melawan Denmark, menurut unggahan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Setelah absen panjang yang disertai operasi artroskopi debridemen, Daniel kembali ke panggung kejuaraan melalui Thailand Open 2026 pada Mei tahun ini, berpasangan dengan Leo Rolly Carnando, menurut PBSI. Tak tanggung-tanggung, pasangan ini langsung meraih juara.
Menjawab pertanyaan CNA tentang hasil gemilangnya pasca kembali ke lapangan, Daniel mengatakan dirinya senang, sembari menekankan ia dan Leo ingin konsisten juara.
"Kami harus berusaha mempertahankan, bahkan melebihi prestasi yang kami raih sekarang. Ya semoga saja kami ke depannya bisa konsisten," kata Daniel.
Kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Daniel juga mengatakan mereka ingin terus menjadi lebih baik dan mencatatkan rekor baik di level lebih tinggi, seperti Super 500 dan 750.
Ditanya CNA tentang aksi Leo melemparkan raket ke bangku penonton setelah pertandingan, ia mengatakan hal itu sudah menjadi kebiasaannya saat juara.
Di sisi lain, keduanya mengaku belum bepergian selama di Taiwan, dan makan apa yang ada di dekat hotel saja. Leo mengatakan ia berencana segera kembali ke Indonesia untuk pemulihan.
Kepada para penggemar bulu tangkis Indonesia, Daniel mengucapkan terima kasih, "Baik yang di Indonesia maupun di luar negeri, dan di Taiwan sini. Dukungan Anda sangat berarti dan jangan lupa dukung atlet Indonesia lainnya."
"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas dukungannya yang rakyat Indonesia datang di stadion ini. Sangat membantu buat kita," tambah Leo. Ia pun berterima kasih kepada tim pendukung, pelatih, para pendukung, dan orang tua.
Di sepanjang pertandingan, sejumlah pendukung Indonesia yang tersebar di berbagai penjuru Taipei Arena terus meneriakkan yel-yel dukungan, dan ada yang membentangkan bendera.
Leo/Daniel mencapai final setelah menyisihkan He Zhi-wei (何志偉) dan Huang Jui-hsuan (黃睿璿) dari Taiwan 21-12, 21-12; Haruki Kawabe dan Kenta Matsukawa asal Jepang 21-12, 14-21, dan 21-18; Lin Chia-yen (林嘉彥) dan Lin Yong-sheng (林永晟) dari Taiwan 21-11, 21-17; serta unggulan keeenam Hiroki Okamura dan Kyohei Yamashita asal Jepang 21-18, 21-10.
Baca juga: Leo/Daniel jaga asa juara Indonesia di Taipei Open 2026
Sementara itu, Chia/Tai, duet anyar racikan pelatih Herry Iman Pierngadi, telah tampil solid sejak awal turnamen, termasuk dengan mengalahkan unggulan kedua sekaligus peringkat 17 dunia Lee Jhe-huei (李哲輝) dan Yang Po-hsuan (楊博軒) asal Taiwan di perempat final.
Ini menjadi gelar juara pertama Indonesia dalam ganda putra Taipei Open setelah Andrei Adistia dan Hendra Aprida Gunawan pada 2014, saat turnamen masih dinamakan Chinese Taipei Open. Kala itu, mereka mengalahkan pasangan Tiongkok, Li Junhui (李俊慧) dan Liu Yuchen (劉雨辰), 21-14, 16-21, 21-16.
Indonesia terakhir kali masuk ke partai final nomor ini pada 2015, ketika pasangan Markus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo dikalahkan Fu Haifeng (傅海峰) dan Zhang Nan (張楠) dari Tiongkok.
Di Taipei Open 2025, Indonesia menyapu bersih podium ganda campuran, dengan pasangan Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang mengalahkan Dejan Ferdinansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti di partai final.
Baca juga: Indonesia sapu bersih podium ganda campuran Taipei Open 2025
Leo dan Daniel, yang baru berulang tahun ke-25 masing-masing pada Rabu dan Jumat, telah berpasangan sejak level junior dan membantu Indonesia meraih medali emas pada Badminton Asia Junior Championships 2019 di Suzhou, Tiongkok, serta BWF World Junior Championships 2019 di Kazan, Rusia.
Pasangan yang kerap dijuluki "The Babies" ini kemudian membantu Indonesia membawa pulang emas di Thomas & Uber Cup 2020 Aarhus, Denmark; emas di ganda putra SEA Games 2021 Bắc Giang, Vietnam; hingga perak di Thomas & Uber Cup 2024 Chengdu, Tiongkok.
YONEX Taipei Open 2026, turnamen Super 300 Tur Dunia HSBC BWF yang diselenggarakan bersama oleh Asosiasi Bulutangkis Chinese Taipei dan Pemerintah Kota Taipei dari Selasa hingga Minggu, diikutsertai 468 atlet dan 22 negara, menurut situs webnya.
Indonesia mengirim 16 wakil yang tersebar di setiap nomor, termasuk unggulan kelima tunggal putra Zaki Ubaidillah, pasangan unggulan ketujuh ganda campuran Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri Pranata, peraih perunggu tunggal putra Olimpiade Anthony Sinisuka Ginting, serta peraih emas ganda putri Olimpiade Apriyani Rahayu yang berpasangan dengan Dejan di ganda campuran.
Pada semifinal lainnya hari Sabtu, pasangan ganda campuran nonpelatnas Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja gugur setelah kalah dari peringkat 19 dunia Yuta Watanabe dan Maya Taguchi asal Jepang 17-21, 20-22.
Baca juga: Rehan/Gloria siap terus berjuang usai terhenti di semifinal Taipei Open 2026
Watanabe/Taguchi -- unggulan kedelapan -- memetik gelar juara setelah mengalahkan unggulan kedua Yang Po-hsuan (楊博軒) dan Hu Ling-fang (胡綾芳) dari Taiwan, 21-19, 21-8 di final.
Juara ganda putri diraih Sumire Nakade dan Miyu Takahashi asal Jepang, yang menumbangkan pasangan unggulan pertama Pearly Tan dan Thinaah Muralitharan dari Malaysia 21-16, 21-18.
Unggulan keempat tunggal putra Yudai Okimoto asal Jepang menjuarai nomornya usai menekuk Yoo Tae Bin dari Korea Selatan 21-19, 21-12.
Tunggal putri dijuarai Tanvi Sharma dari India, yang menaklukkan unggulan keenam asal Vietnam, Nguyen Thuy Linh 21-16, 21-16.
Selesai/IF