Taipei, 9 Agu. (CNA) Pengadilan Distrik Taichung telah menjatuhkan hukuman penjara dua tahun tujuh bulan kepada mantan anggota Angkatan Laut bermarga Tsai (蔡) karena korupsi setelah membocorkan informasi militer rahasia kepada kontak intelijen Tiongkok demi keuntungan finansial.
Putusan yang dijatuhkan pada hari Kamis (6/8) itu juga mencabut hak sipil Tsai selama 18 bulan. Keputusan ini dapat diajukan banding.
Menurut dakwaan, kasus ini bermula pada tahun 2023 ketika mantan rekan Angkatan Laut Tsai, bermarga Lin (林), bertemu dengan seorang wanita yang menggunakan nama samaran "Chu Ting" dan "Ti Ying" melalui aplikasi kencan.
Dengan berpura-pura sebagai reporter The Epoch Times yang berbasis di Hong Kong, wanita tersebut sebenarnya adalah seorang perwira intelijen yang berafiliasi dengan Pasukan Polisi Bersenjata Rakyat Tiongkok yang ditempatkan di Provinsi Shanxi, kata jaksa.
Dakwaan tidak menyebutkan apakah Lin mengetahui bahwa wanita tersebut bekerja untuk intelijen Tiongkok, namun disebutkan bahwa ia sadar wanita itu berafiliasi dengan Tiongkok atau entitas asing lainnya.
Meskipun demikian, ia memperkenalkan Tsai kepada wanita itu dan memintanya untuk memberikan informasi terkait militer demi imbalan finansial.
Pada saat itu, Lin diduga menjanjikan bahwa semakin sensitif materi yang diberikan, semakin tinggi pula pembayaran yang akan diterima setelah ditinjau oleh Chu Ting, kata jaksa.
Mereka menuduh bahwa meskipun mengetahui bahwa personel militer dilarang mengungkapkan informasi tersebut tanpa izin, Tsai tergiur oleh uang.
Ia memberikan informasi pribadi, unit militer, dan rincian posisinya pada formulir dan kuesioner yang disediakan oleh wanita tersebut, dan kemudian mengirimkan materi itu melalui Lin serta menerima pembayaran sebesar NT$8.000 (Rp4,4 juta).
Kemudian pada bulan yang sama, Tsai menggunakan ponselnya untuk memotret manual operasi dan dokumen terkait lainnya untuk kendaraan peluncur rudal Hsiung Feng II dan mengirimkan materi tersebut kepada Chu Ting.
Setelah wanita itu menentukan bahwa materi tersebut memiliki nilai intelijen militer, Tsai menerima pembayaran tambahan sebesar NT$30.000.
Kantor Kejaksaan Distrik Taichung mendakwa Tsai pada Oktober 2025 atas tuduhan menerima suap dengan melanggar tugas resminya.
Sementara itu, Lin sedang diselidiki secara terpisah, kata jaksa.
Selesai/ML