Taipei, 26 Mar. (CNA) Pihak berwenang di Kabupaten Miaoli mengatakan mereka telah menyelamatkan tujuh korban perdagangan manusia lintas negara, yang diduga digoda datang ke Taiwan dari Tailan untuk bekerja secara ilegal dan dalam kondisi kerja yang buruk, serta menangkap 14 tersangka.
Wakil Kepala Brigade Investigasi Kriminal Biro Kepolisian Miaoli, Feng Wen-yi (馮文義), Kamis (26/3) mengatakan kasus ini bermula ketika Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) menerima laporan dari dua warga Tailan yang datang sendiri pada tahun lalu.
Mereka ditemukan ditinggalkan di Miaoli dan diantar naik taksi menuju Kaohsiung, diduga mengalami eksploitasi tenaga kerja akibat perdagangan manusia, kata Feng, menambahkan bahwa setelahnya, pihak berwenang membentuk satuan tugas dan melaporkan kasus ini ke kejaksaan.
Menurut kepolisian, tersangka utama, bermarga Lin (林) (45), dan kelompoknya menggunakan grup Facebook untuk merekrut warga Tailan sebagai perantara ilegal lintas negara, yang berhasil menarik warga senegaranya datang ke Taiwan untuk bekerja secara tidak sah.
Mereka memotret wanita bekerja di kebun stroberi dan jeruk dengan tampilan pekerjaan yang santai dan menyenangkan, lalu merekrut masyarakat minoritas berpendidikan rendah di daerah terpencil Tailan, menjanjikan pekerjaan perkebunan di Taiwan dengan gaji tinggi dan kondisi ringan, kata kepolisian.
Namun, setibanya di Taiwan, para pekerja Tailan itu menyadari bahwa mereka harus difoto seperti barang dan diunggah ke perantara ilegal untuk dipilih majikan agar bisa bekerja, kata kepolisian.
Mereka harus bekerja lebih dari 16 jam setiap hari, dari sebelum matahari terbit hingga setelah matahari terbenam, dengan upah kurang dari NT$100 (Rp52.921) per jam, menurut kepolisian.
Pihak berwenang memperoleh informasi terkait, dan setelah beberapa bulan melakukan pemantauan dan pengumpulan bukti, dari akhir 2025 hingga Februari tahun ini, dilakukan tiga operasi penangkapan, kata kepolisian.
Pihak berwenang berhasil menangkap 14 orang termasuk Lin, serta menyelamatkan tujuh korban, menurut kepolisian, menambahkan bahwa pemeriksaan menunjukkan pemotongan gaji korban mencapai lebih dari NT$700.000.
Seluruh kasus ini diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Miaoli atas tuntutan pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Perdagangan Manusia dan Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan.
Kepala Biro Kepolisian Miaoli, Lee Chung-ping (李忠萍) menyatakan bahwa kepolisian tidak akan berhenti memberantas kejahatan perdagangan manusia dan terus memperkuat perlindungan hak-hak korban.
Kepolisian akan terus menindak imigran yang tidak sesuai hukum serta menargetkan kelompok perantara ilegal, demi melindungi hak warga untuk bekerja secara sah dan menjaga stabilitas sosial, kata Lee.
(Oleh Kuan Jui-ping dan Jason Cahyadi)
Selesai/ML