Taipei, 26 Nov. (CNA) Forum ekonomi Indonesia di Taipei menyoroti prospek ekonomi Indonesia 2026 dan peluang investasi di kawasan industri yang menawarkan kepastian, keamanan operasional, serta lingkungan usaha yang kondusif, ujar Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Sulistiyo pada Rabu (26/11).
Forum bertajuk “Unlocking Indonesia’s Economic Potential: Investment Opportunities and Downstream Industry" yang diadakan di Grand Mayfull Hotel ini dihadiri oleh pakar-pakar industri, investor, pejabat pemerintah Taiwan, dan lembaga riset untuk membahas arah ekonomi Indonesia serta peluang bagi perusahaan Taiwan, kata KDEI Taipei.
Dalam sambutannya, Arif Sulistiyo menyebut Indonesia sebagai ekonomi terbesar ASEAN dengan pasar besar, kebijakan industri jelas, dan potensi kerja sama kuat dengan Taiwan di bidang teknologi, manufaktur, dan rantai pasokan.
Menurut KDEI, dalam sesi pagi forum, Dennis Chiu, Direktur Jenderal Konfederasi Kamar Dagang dan Industri Asia-Pasifik (CACCI), membahas tinjauan ekonomi Indonesia 2025 dan proyeksi 2026.
Turut hadir Saribua Siahaan dari Kementrian Investasi dan Hilirisasi/BPKM Indonesia menjelaskan kebijakan hilirisasi dan pemanfaatan pengolahan bahan baku untuk menarik investasi asing.
Sesi siang menghadirkan perwakilan tiga kawasan industri di Indonesia yang memaparkan kluster industri, infrastruktur, dan fasilitas pendukung utama bagi investor, membantu para peserta forum memahami karakter tiap kawasan dan strategi penentuan lokasi investasi, ujar KDEI.
Jenny Lai, Wakil Manajer Sales Tron Energy Technology Cooperation, menyebut pihaknya aktif mendorong pengembangan sistem penyimpanan energi di Indonesia bersama mitra lokal untuk mempercepat transisi energi dan mendukung target nol emisi karbon.
“Pemaparan hari ini meyakinkan kami bahwa Indonesia semakin matang dan menarik, serta mendorong kami menantikan kerja sama lebih mendalam di masa mendatang,” ujar Jenny.
KDEI menekankan forum ini sekaligus membuka ruang dialog bagi perusahaan Taiwan untuk mengevaluasi peluang kerja sama dan merancang strategi ekspansi ke Asia Tenggara.
(Oleh Agoeng Sunarto) Selesai/JA