Imigran baru Indonesia jembatani budaya lewat jamu dan bahasa Mandarin

14/10/2026 14:39(Diperbaharui 14/10/2026 14:40)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Kantor Layanan Taipei NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Taipei NIA)

Taipei, 14 Okt. (CNA) Imigran baru asal Indonesia, Khristy Agnetha (葉秋玲)  memperkenalkan jamu, minuman herbal tradisional Indonesia, kepada masyarakat Taiwan melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Layanan Taipei Direktorat Jenderal Imigrasi Taiwan (NIA), menurut siaran pers NIA.

NIA menyebut kegiatan itu digelar saat cuaca mulai sejuk pada musim gugur untuk memperkenalkan budaya dan pengetahuan tradisional Indonesia dalam menjaga kesehatan melalui minuman herbal.

Khristy mengatakan jamu merupakan minuman herbal alami yang telah diwariskan di Indonesia selama ribuan tahun dan pada 2023 resmi dimasukkan UNESCO ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Warna kuning keemasan jamu berasal dari kunyit sebagai bahan dasar, yang dipadukan dengan berbagai tanaman herbal. Minuman tersebut memiliki rasa sedikit pedas dengan sensasi manis yang tertinggal setelah diminum, sehingga menghasilkan cita rasa yang berlapis, ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia memilih racikan jamu yang berbeda sesuai kebutuhan, baik ketika merasa kurang sehat maupun untuk menjaga kebugaran sehari-hari. Kebiasaan tersebut memiliki kemiripan dengan tradisi masyarakat Taiwan yang mengonsumsi teh herbal tradisional dan teh jahe dengan gula merah.

(Sumber Foto : Kantor Layanan Taipei NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Taipei NIA)

Berbagi pengalamannya belajar bahasa Mandarin, Khristy mengatakan bahasa Indonesia tidak memiliki sistem nada tetap seperti bahasa Mandarin yang memiliki empat nada. Dalam bahasa Mandarin, perbedaan nada pada suku kata yang sama atau penggunaan karakter berbeda dengan pelafalan serupa dapat menghasilkan makna yang berbeda.

Meski demikian, ia menilai bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga kunci untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Khristy mendorong para pendatang untuk memanfaatkan kursus dan sumber daya yang disediakan pemerintah Taiwan guna meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin sekaligus mempelajari keterampilan lain untuk membangun kemampuan hidup mandiri di Taiwan.

Kepala Kantor Layanan Taipei Li Hsi-jen (李錫忍) mengatakan pendatang baru yang memiliki pertanyaan mengenai visa, izin tinggal, pekerjaan, layanan kesejahteraan, informasi hukum, dan kebutuhan adaptasi lainnya dapat menghubungi saluran konsultasi bagi warga asing di Taiwan melalui nomor 1990.

Menurut NIA, layanan tersebut menyediakan konsultasi dalam tujuh bahasa, yakni Mandarin, Inggris, Jepang, Vietnam, Indonesia, Thailand, dan Khmer. Informasi mengenai layanan tersebut juga tersedia di situs resmi NIA.  

Masyarakat juga dapat mendatangi kantor layanan NIA di berbagai wilayah Taiwan untuk memperoleh informasi dan bantuan terkait layanan pendampingan bagi imigran.

(Oleh Jennifer Aurelia)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.