Washington, 13 Okt. (CNA) Dana Moneter Internasional (IMF) secara tajam menaikkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Taiwan untuk tahun 2026 menjadi 10,7 persen, tingkat proyeksi tertinggi di kawasan Asia-Pasifik, di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Dalam laporan World Economic Outlook terbaru yang dirilis pada Senin (12/10), IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan Taiwan dari 5,2 persen yang diproyeksikan pada bulan April, menjadikan Taiwan satu-satunya ekonomi di dunia yang diperkirakan mencatat pertumbuhan dua digit tahun ini.
Proyeksi pertumbuhan Taiwan jauh melampaui negara-negara tetangga di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Jepang sebesar 0,7 persen, Korea Selatan 3,3 persen, Singapura 5,0 persen, dan Hong Kong 3,8 persen.
Ekonomi Tiongkok diperkirakan tumbuh 4,5 persen pada tahun 2026, sementara Amerika Serikat diproyeksikan tumbuh 2,3 persen.
Meskipun terjadi peningkatan signifikan, proyeksi terbaru IMF masih berada di bawah proyeksi pertumbuhan 11,05 persen yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik (DGBAS) Taiwan pada bulan Agustus.
Menurut IMF, perkembangan AI global masih sangat terkonsentrasi, baik di hulu, pada perangkat keras komputasi yang dibutuhkan untuk pelatihan dan inferensi AI, maupun di hilir, dalam pengembangan dan pengoperasian model AI terdepan.
Di hulu, hanya beberapa ekonomi yang memproduksi semikonduktor canggih dalam skala besar, kata IMF, seraya menambahkan bahwa Taiwan dan Korea Selatan menyumbang 62 persen dari perdagangan bersih perangkat keras komputasi terkait AI.
"Mengingat struktur rantai pasok ekspor teknologi dari kedua ekonomi ini, beberapa eksportir komoditas dan pusat manufaktur lain di Asia Timur kemungkinan akan merasakan dampak limpahan dari aktivitas ini," kata IMF.
Mencerminkan kinerja ekspor Taiwan yang kuat, IMF memproyeksikan surplus neraca berjalan pulau itu akan mencapai 22,0 persen dari PDB pada tahun 2026, di antara yang tertinggi dari ekonomi utama mana pun.
IMF juga memperkirakan bahwa indeks harga konsumen (CPI) Taiwan akan naik 2,0 persen pada tahun 2026, naik dari estimasi April sebesar 1,5 persen, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap relatif stabil di angka 3,4 persen.
"Dua kekuatan transformatif utama -- geopolitik dan teknologi -- sedang membentuk kembali ekonomi global, dengan dampak jangka pendeknya mulai terlihat dan dampak jangka panjangnya masih sebagian besar belum diketahui," kata IMF dalam laporan tersebut.
Namun, "teknologi baru-baru ini berperan sebagai kejutan permintaan positif yang didorong oleh investasi di bidang AI serta perangkat keras dan infrastruktur terkait," kata IMF. "Arus perdagangan menunjukkan hal ini secara paling mencolok."
Emma Rafaelof, seorang ekonom di Semiconductor Industry Association yang berbasis di AS, baru-baru ini mengatakan kepada CNA bahwa ia optimis terhadap pertumbuhan AI yang berkelanjutan, seraya menambahkan bahwa kerja sama lintas negara akan dibutuhkan untuk memanfaatkan tren ini.
Ia mendesak Amerika Serikat, Taiwan, dan ekonomi lainnya untuk bekerja sama mendukung ekspansi AI.
Selesai/IF