Washington, 13 Okt. (CNA) Teknologi Taiwan memungkinkan lahirnya sejumlah produk merek-merek terkemuka di Amerika Serikat (AS) seperti Google, Microsoft, dan Nvidia, kata pendiri konsultan Semiconductor & Innovation Group Patrick Wilson, seraya menyerukan agar publik AS lebih mengetahui peran pulau itu.
Dalam wawancara dengan CNA di sela-sela simposium tahunan Global Taiwan Institute (GTI) di Washington di mana ia berbicara di sesi hubungan perdagangan dan teknologi AS-Taiwan pada Rabu (7/10), Wilson mengatakan industri teknologi Taiwan adalah pemain yang cakap dan penting dalam sistem korporasi AS.
Namun, defisit perdagangan AS dengan Taiwan yang meningkat dapat menimbulkan masalah politik, sementara perusahaan Taiwan belum menjelaskan posisi mereka, kata Wilson, yang pernah bekerja di Departemen Perdagangan AS dan bermitra dengan perusahaan teknologi serta energi di kedua negara.
Menurut Wilson, produk konsumen bahkan lebih penting. Sebagian besar warga AS, termasuk politisi negara bagian dan federal, tidak menyadari bahwa teknologi Taiwan memungkinkan terwujudnya produk seperti sistem bel pintu rumah Google dan perangkat sejenis tablet Amazon, ucapnya.
Ia menyarankan perusahaan dan pemimpin Taiwan sering berkunjung ke AS, terutama ke negara bagian tujuan investasi seperti Indiana, Arizona, dan Texas, untuk menjelaskan peran mereka, sehingga warga AS memahami bahwa Google, Microsoft, dan Meta mempercayai Taiwan karena mereka memasok produk yang sangat penting.
Wilson mencatat bahwa perusahaan Taiwan umumnya berada di hulu rantai pasok dan jarang berhubungan dengan merek konsumen. Sebaliknya, Samsung dikenal lewat mesin cuci dan televisi, dan perusahaan Korea telah beroperasi di pasar AS selama 75 tahun.
"Karena kurang berpengalaman berhadapan langsung dengan konsumen dan menjual merek sendiri, perusahaan teknologi Taiwan belum terpikir untuk membangun reputasi dan berdialog dengan berbagai pihak," ujarnya.
(Oleh Liao Han-yuan dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC