Taipei, 1 Okt. (CNA) Kejaksaan Taipei hari Kamis (1/10) menuntut seorang pria karena diduga mengoperasikan kantor yang tidak terdaftar untuk sebuah perusahaan semikonduktor Tiongkok, dengan tuntutan hukuman penjara selama 18 bulan.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Kejaksaan Distrik Taipei mengatakan Lin Hao-yuan (林浩原), yang memimpin kantor Lontium Semiconductor Corp. di Taipei, dituntut melanggar Undang-Undang yang Mengatur Hubungan antara Rakyat Wilayah Taiwan dan Wilayah Daratan Utama.
Berdasarkan Pasal 40-1 undang-undang tersebut, perusahaan Tiongkok dilarang melakukan bisnis di Taiwan kecuali telah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait dan telah secara hukum mendirikan cabang atau kantor perwakilan di sini.
Perusahaan tersebut, yang berbasis di Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok, sebelumnya telah mendirikan kantor di Distrik Neihu, Taipei pada 2012, tetapi dewan direksinya pada Januari 2015 memutuskan untuk menutupnya, kata kejaksaan. Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan menyetujui penutupan itu pada bulan itu.
Namun, seiring dengan berkembangnya bisnis, Ketua Lontium Chen Feng (陳峰) menginstruksikan Lin pada Juli 2024 untuk menyewa kantor di Distrik Zhongshan, Taipei sebagai basis operasional Lontium di Taiwan, kata kejaksaan.
Tanpa otorisasi sebelumnya, perusahaan tersebut diduga merekrut insinyur teknologi tinggi untuk melakukan penelitian dan pengembangan, pengujian, serta layanan teknis terkait cip di Taiwan, kata kejaksaan.
Sementara itu, kejaksaan juga mengatakan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, bahwa pihaknya mengeluarkan surat perintah pencarian untuk Chen.
Lontium termasuk di antara 16 perusahaan teknologi Tiongkok yang diselidiki Biro Investigasi Kementerian Kehakiman pada Agustus tahun lalu karena diduga mendirikan kantor di Taiwan dan mempekerjakan staf lokal tanpa izin.
Selesai/