Taipei, 20 Sep. (CNA) Token kesehatan yang diperoleh melalui program baru pemerintah akan dapat ditukarkan dengan barang dan layanan terkait kesehatan mulai Desember, dengan orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dapat mulai mengumpulkannya pada 1 Oktober, kata Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) baru-baru ini.
MOHW mempresentasikan rencana token kesehatannya pada rapat mingguan Kabinet hari Kamis (17/9), dengan mengatakan bahwa program ini dirancang untuk mendorong masyarakat mengambil peran yang lebih aktif dalam perawatan kesehatan preventif, termasuk pemeriksaan kesehatan, skrining kanker, vaksinasi, dan aktivitas promosi kesehatan lainnya.
Inisiatif ini bertujuan untuk menekankan pencegahan penyakit dalam kebijakan kesehatan dengan memberikan insentif berkelanjutan yang memudahkan masyarakat untuk mengadopsi dan mempertahankan perilaku sehat, kata kementerian.
Minimal 1.000 token diperlukan untuk setiap penukaran, dan token akan berlaku selama dua tahun. Setiap token kesehatan akan bernilai NT$1 (Rp556) secara prinsip, kata kementerian.
Token dapat ditukarkan dengan produk segar, minuman, barang kering, peralatan medis, dan suplemen nutrisi di toserba, hipermarket, apotek komunitas, institusi medis, fasilitas olahraga, dan perusahaan asuransi jiwa yang berpartisipasi.
Token juga dapat ditukarkan untuk layanan seperti pemeriksaan kesehatan mandiri, vaksinasi, dan anestesi, serta hadiah tambahan terkait kesehatan dalam polis asuransi yang menawarkan insentif kebugaran, kata kementerian.
Dalam program ini, orang berusia 18 tahun ke atas dapat memperoleh antara 100 hingga 1.350 token kesehatan mulai 1 Oktober dengan menyelesaikan pemeriksaan kesehatan preventif dewasa yang didanai pemerintah, skrining hepatitis B dan C, skrining kanker, serta vaksinasi influenza, COVID-19, dan pneumokokus.
Program ini juga akan terbuka bagi warga negara asing yang terdaftar dalam program Asuransi Kesehatan Nasional (NHI).
Orang yang masuk ke bagian token kesehatan di aplikasi NHI Express milik Direktorat Jenderal Asuransi Kesehatan Nasional untuk pertama kalinya dan menyelesaikan kuesioner penilaian gaya hidup juga akan menerima token, yang dapat dilacak melalui aplikasi tersebut.
Jumlah maksimum token yang dapat dikumpulkan seseorang selama masa berlaku dua tahun akan bervariasi menurut usia, menurut MOHW.
Mereka yang berusia di bawah 40 tahun dapat memperoleh antara 3.700 hingga 7.300 token, sedangkan mereka yang berusia 40 hingga 65 tahun dapat memperoleh antara 7.500 hingga 11.000 token. Orang berusia 65 tahun ke atas dapat memperoleh antara 8.350 hingga 13.150 token.
Juru bicara Kabinet Michelle Lee (李慧芝) mengatakan pada konferensi pers setelah rapat Kabinet bahwa Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) telah menginstruksikan MOHW untuk merencanakan sosialisasi publik dengan cermat dan memberikan panduan tentang penggunaan token kesehatan.
Cho juga meminta perhatian terhadap kebutuhan orang lanjut usia dan mereka yang memiliki akses terbatas ke teknologi digital, sambil mendesak kementerian untuk memperluas jenis aktivitas sehari-hari yang dapat menghasilkan token dan memperluas ragam barang serta layanan yang dapat ditukarkan dengan token tersebut.
Cho juga menginstruksikan MOHW untuk bekerja sama dengan Kementerian Olahraga guna mempelajari cara mengintegrasikan program token kesehatan dengan program token olahraga serta mencari cara untuk meningkatkan nilai hadiah, dengan tujuan mendorong partisipasi lebih besar dalam olahraga dan mempromosikan gaya hidup lebih sehat.
Cho mengatakan bahwa setelah program token kesehatan diluncurkan, MOHW harus secara rutin meninjau kinerja dan tingkat partisipasi program, memperbaiki program, dan merumuskan rencana untuk tahap kedua secepat mungkin.
Selesai/JC