Promosi wisata 'beyond Bali', Wonderful Indonesia Sales Mission gaet 100 tamu undangan

03/09/2026 14:27(Diperbaharui 03/09/2026 14:27)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Wonderful Indonesia Sales Mission diadakan oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei pada Rabu (2/9). (Sumber Foto : CNA, 2 Sept).
Wonderful Indonesia Sales Mission diadakan oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei pada Rabu (2/9). (Sumber Foto : CNA, 2 Sept).

Taipei, 3 Sep. (CNA) Wonderful Indonesia Sales Mission diadakan oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei pada Rabu (2/9). Kegiatan tersebut memiliki misi untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia di luar Bali yang selama ini populer di kalangan warga Taiwan, kata Paul Edmundus, direktur Indonesian Inbound Tour Operators Association (IINTOA). 

Kegiatan yang bertempat di Indonesian Exhibition Center (IEC) Rui Guang Road, Taipei siang hari ini dihadiri oleh sekitar 59 pembeli dari agensi tour and travel Taiwan, serta 23 penjual atau dari agensi tour and travel Indonesia, dengan total tamu undangan mencapai 100 orang, menurut panitia kegiatan.

Kegiatan Wonderful Indonesia Sales Mission 2026 ini merupakan kerja sama KDEI Taipei dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), dan Taiwan Association of Travel Agents (TATA).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 59 buyer dari agensi tour and travel Taiwan, serta 23 seller atau dari agensi tour and travel Indonesia, dengan total tamu undangan mencapai 100 orang. (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 59 buyer dari agensi tour and travel Taiwan, serta 23 seller atau dari agensi tour and travel Indonesia, dengan total tamu undangan mencapai 100 orang. (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).

Menurut pengamatan CNA yang hadir saat itu, dari awal hingga akhir kegiatan para tamu undangan, terutama dari kalangan agensi tour and travel Taiwan sangat agresif bertanya pada seller mengenai pariwisata yang sedang dipromosikan Indonesia. Terbagi menjadi 20 meja dengan konsep business matching, para buyer tersebut dipertemukan dengan seller dan didampingi oleh penerjemah. 

Seorang seller yang sedang menjelaskan mengenai destinasi wisata Indonesia kepada buyer Taiwan. (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).
Seorang seller yang sedang menjelaskan mengenai destinasi wisata Indonesia kepada buyer Taiwan. (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).

Arif Sulistiyo, kepala KDEI dalam sambutannya menyampaikan bahwa Wonderful Indonesia Sales Mission 2026 menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali jejaring bisnis pariwisata Indonesia–Taiwan, setelah sekian lama tidak pernah diadakan Sales Mission ke Taiwan. 

Arif Sulistiyo (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Cathy Wan Taiwan Association of Travel Agents (TATA). (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).
Arif Sulistiyo (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Cathy Wan Taiwan Association of Travel Agents (TATA). (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).

Dalam sambutannya, Ruth Evelin Pasaribu, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang fokus pada 13 prioritas destinasi pariwisata antara lain Danau Toba, Likupang Manado, Morotai, Raja Ampat Papua, Wakatobi Sulawesi Selatan, Labuhan Bajo NTT, Gili Tramena Lombok, Bali, Borobudur dan Prambanan Yogyakarta, Jakarta dan sekitarnya, Bromo Jawa Timur, Bangka Belitung, dan kepulauan Riau. 

Ruth Evelin Pasaribu, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI. (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).
Ruth Evelin Pasaribu, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI. (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).

Kunjungan pariwisata ke Indonesia sekitar 15,39 juta sesuai estimasi target yang dicanangkan pada tahun 2025. Hasil tersebut memacu dorongan untuk terus mengembangkan priwisata di Indonesia. Selain itu, Indonesia telah menerima 93 penghargaan internasional di bidang pariwisata. 

Salah satu inisiatif Kementerian Pariwisata Indonesia adalah mengembangkan desa-desa wisata, seperti mendukung dikembangkannya desa Merah Putih sebagai bagian dari pariwisata. 

Sementara itu, Paul Edmundus, direktur Indonesian Inbound Tour Operators Association (IINTOA) mengatakan bahwa mendengar banyak orang Taiwan yang lebih suka datang ke Malaysia dan Vietnam, maka dari itu, ia ingin membawa misi dengan mendatangkan sebanyak-banyaknya orang Taiwan ke Indonesia. 

Paul Edmundus Director Indonesian Inbound Tour Operators Association (IINTOA). (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).
Paul Edmundus Director Indonesian Inbound Tour Operators Association (IINTOA). (Sumber Foto : CNA, 2 Sep).

“Kami mendengar bahwa banyak warga Taiwan hanya mengenal Indonesia karena Bali. Indonesia bukan hanya Bali saja yang dituju. Kami ingin mengusung destinasi wisata 'beyond Bali'. Untuk itu kami juga memperkenalkan wisata seperti tur di pulau Komodo, Labuhan Bajo dan mengelilingi pulau Flores dan Timor,” ungkap Paul.

影片來源:Fokus Taiwan Indonesia

Ia juga menyampaikan, atusiasme orang Taiwan ke Indonesia sangat besar, meskipun banyak yang tidak mengenal wisata lain Indonesia, hanya destinasi Bali saja. Pihaknya bersama KDEI Taipei ingin memperkenalkan destinasi yang berbeda dan diharapkan dapat menambah target pengunjung pariwisata Indonesia sebesar 20% dari yang telah dicapai pada tahun 2025. 

“Ini kami baru pertama kali melakukan sales mission ke Taiwan yang dipelopori oleh  IINTOA bersama Kementerian Pariwisata Indonesia,” tambahnya.

Dijumpai juga disela-sela acara business matching, seorang staf tour and travel dari Taiwan, Alisa Tahar, mengatakan bahwa selama ini tempatnya bekerja banyak menangani permintaan kunjungan wisata ke Indonesia.

“Acara semacam ini sangat bagus untuk mempromosikan wisata Indonesia. Ini baru pertama kalinya ada kegiatan semacam ini. Menurut saya, di Indonesia masih banyak tempat-tempat wisata yang orang Taiwan belum tahu selain Bali. Banyak orang Taiwan berminat mengunjungi Indonesia untuk wisata. Mereka sangat suka sekali dengan keindahan Indonesia dan budayanya yang unik serta keramahan orang Indonesia,” ujar staf dari Daily Travel Service, perusahaan lama untuk wisata kunjungan ke Indonesia yang dijalankan sejak tahun 1947. 

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.