Taipei, 3 Sep. (CNA) Wonderful Indonesia Sales Mission diadakan oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei pada Rabu (2/9). Kegiatan tersebut memiliki misi untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia di luar Bali yang selama ini populer di kalangan warga Taiwan, kata Paul Edmundus, direktur Indonesian Inbound Tour Operators Association (IINTOA).
Kegiatan yang bertempat di Indonesian Exhibition Center (IEC) Rui Guang Road, Taipei siang hari ini dihadiri oleh sekitar 59 pembeli dari agensi tour and travel Taiwan, serta 23 penjual atau dari agensi tour and travel Indonesia, dengan total tamu undangan mencapai 100 orang, menurut panitia kegiatan.
Kegiatan Wonderful Indonesia Sales Mission 2026 ini merupakan kerja sama KDEI Taipei dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), dan Taiwan Association of Travel Agents (TATA).
Menurut pengamatan CNA yang hadir saat itu, dari awal hingga akhir kegiatan para tamu undangan, terutama dari kalangan agensi tour and travel Taiwan sangat agresif bertanya pada seller mengenai pariwisata yang sedang dipromosikan Indonesia. Terbagi menjadi 20 meja dengan konsep business matching, para buyer tersebut dipertemukan dengan seller dan didampingi oleh penerjemah.
Arif Sulistiyo, kepala KDEI dalam sambutannya menyampaikan bahwa Wonderful Indonesia Sales Mission 2026 menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali jejaring bisnis pariwisata Indonesia–Taiwan, setelah sekian lama tidak pernah diadakan Sales Mission ke Taiwan.
Dalam sambutannya, Ruth Evelin Pasaribu, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang fokus pada 13 prioritas destinasi pariwisata antara lain Danau Toba, Likupang Manado, Morotai, Raja Ampat Papua, Wakatobi Sulawesi Selatan, Labuhan Bajo NTT, Gili Tramena Lombok, Bali, Borobudur dan Prambanan Yogyakarta, Jakarta dan sekitarnya, Bromo Jawa Timur, Bangka Belitung, dan kepulauan Riau.
Kunjungan pariwisata ke Indonesia sekitar 15,39 juta sesuai estimasi target yang dicanangkan pada tahun 2025. Hasil tersebut memacu dorongan untuk terus mengembangkan priwisata di Indonesia. Selain itu, Indonesia telah menerima 93 penghargaan internasional di bidang pariwisata.
Salah satu inisiatif Kementerian Pariwisata Indonesia adalah mengembangkan desa-desa wisata, seperti mendukung dikembangkannya desa Merah Putih sebagai bagian dari pariwisata.
Sementara itu, Paul Edmundus, direktur Indonesian Inbound Tour Operators Association (IINTOA) mengatakan bahwa mendengar banyak orang Taiwan yang lebih suka datang ke Malaysia dan Vietnam, maka dari itu, ia ingin membawa misi dengan mendatangkan sebanyak-banyaknya orang Taiwan ke Indonesia.
“Kami mendengar bahwa banyak warga Taiwan hanya mengenal Indonesia karena Bali. Indonesia bukan hanya Bali saja yang dituju. Kami ingin mengusung destinasi wisata 'beyond Bali'. Untuk itu kami juga memperkenalkan wisata seperti tur di pulau Komodo, Labuhan Bajo dan mengelilingi pulau Flores dan Timor,” ungkap Paul.
Ia juga menyampaikan, atusiasme orang Taiwan ke Indonesia sangat besar, meskipun banyak yang tidak mengenal wisata lain Indonesia, hanya destinasi Bali saja. Pihaknya bersama KDEI Taipei ingin memperkenalkan destinasi yang berbeda dan diharapkan dapat menambah target pengunjung pariwisata Indonesia sebesar 20% dari yang telah dicapai pada tahun 2025.
“Ini kami baru pertama kali melakukan sales mission ke Taiwan yang dipelopori oleh IINTOA bersama Kementerian Pariwisata Indonesia,” tambahnya.
Dijumpai juga disela-sela acara business matching, seorang staf tour and travel dari Taiwan, Alisa Tahar, mengatakan bahwa selama ini tempatnya bekerja banyak menangani permintaan kunjungan wisata ke Indonesia.
“Acara semacam ini sangat bagus untuk mempromosikan wisata Indonesia. Ini baru pertama kalinya ada kegiatan semacam ini. Menurut saya, di Indonesia masih banyak tempat-tempat wisata yang orang Taiwan belum tahu selain Bali. Banyak orang Taiwan berminat mengunjungi Indonesia untuk wisata. Mereka sangat suka sekali dengan keindahan Indonesia dan budayanya yang unik serta keramahan orang Indonesia,” ujar staf dari Daily Travel Service, perusahaan lama untuk wisata kunjungan ke Indonesia yang dijalankan sejak tahun 1947.