Taipei, 5 Agu. (CNA) Seorang imigran baru asal Indonesia di Taiwan menerima insentif sertifikasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) setelah berhasil memperoleh sertifikat ahli kecantikan tingkat dasar melalui program pelatihan pemerintah.
Dalam srilis pers, NIA mengatakan bahwa Cindy (陳願竹), yang berasal dari Indonesia, memperoleh insentif sertifikasi individu melalui "Program Pemberdayaan dan Beasiswa (Insentif) bagi Imigran Baru dan Anak-anak Mereka". Selain menjadi pengakuan atas kemampuan profesionalnya, sertifikat tersebut juga menjadi langkah awal untuk mewujudkan impiannya membuka usaha di bidang kecantikan.
Cindy mengatakan bahwa setelah mengetahui pemerintah membuka kelas persiapan ujian sertifikasi ahli kecantikan tingkat dasar, ia segera mendaftar. Di sela-sela kerja hariannya, ia pun meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan setiap akhir pekan.
Ia mengaku harus mempelajari berbagai istilah profesional, aturan sanitasi dan disinfeksi, serta teknik perawatan kecantikan yang sebelumnya asing baginya. Setiap tahapan juga harus dilatih berulang kali hingga akhirnya ia berhasil lulus ujian dan memperoleh sertifikat.
Cindy mengatakan dirinya terkejut sekaligus bersyukur setelah mengetahui bahwa pemegang sertifikat juga dapat mengajukan insentif dari NIA. Capaian ini ia anggap sebagai momen kemanusiaan kemampuannya diakui secara profesional.
Ke depan, Cindy berharap dapat membuka sebuah ruang perawatan kecantikan terpadu yang memadukan layanan kecantikan dan relaksasi. Ia ingin menciptakan tempat yang tidak hanya menawarkan perawatan estetika, tetapi juga memberikan ketenangan bagi tubuh dan pikiran setiap pelanggan.
"Saat berhasil mendapatkan sertifikat itu, saya semakin yakin bahwa selama berani menantang diri sendiri, pasti bisa berhasil," ujar Cindy. Ia juga mengajak sesama imigran baru untuk tidak takut gagal dan terus berani mencoba hal-hal baru.
Sementara itu, Kepala Kantor Layanan Taipei NIA, Li Hsi-jen (李錫忍), mengatakan kisah Cindy menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya pelatihan yang disediakan pemerintah dapat membantu imigran baru membuka peluang masa depan yang lebih luas.
Li mengatakan NIA akan terus mendorong berbagai program pengembangan kapasitas untuk mendampingi imigran baru beradaptasi dan berkembang di Taiwan. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan "Situs Informasi Pemberdayaan Imigran Baru" untuk memperoleh informasi terbaru mengenai berbagai program yang tersedia.
Selesai/IF