Imigran baru Indonesia di Taiwan raih insentif sertifikasi dari NIA

05/08/2026 14:44(Diperbaharui 06/08/2026 12:14)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Cindy (陳願竹), imigran baru asal Indonesia yang memperoleh sertifikat teknisi kecantikan tingkat dasar dan menerima penghargaan berupa insentif sertifikasi NIA. (Sumber Foto : NIA)
Cindy (陳願竹), imigran baru asal Indonesia yang memperoleh sertifikat teknisi kecantikan tingkat dasar dan menerima penghargaan berupa insentif sertifikasi NIA. (Sumber Foto : NIA)

Taipei, 5 Agu. (CNA) Seorang imigran baru asal Indonesia di Taiwan menerima insentif sertifikasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) setelah berhasil memperoleh sertifikat ahli kecantikan tingkat dasar melalui program pelatihan pemerintah.

Dalam rilis pers, NIA mengatakan bahwa Cindy (陳願竹), yang berasal dari Jakarta  memperoleh insentif sertifikasi individu melalui "Program Pemberdayaan dan Beasiswa (Insentif) bagi Imigran Baru dan Anak-anak Mereka". Selain menjadi pengakuan atas kemampuan profesionalnya, sertifikat tersebut juga menjadi langkah awal untuk mewujudkan impiannya membuka usaha di bidang kecantikan.

Kepada CNA, Cindy mengatakan dirinya memang telah lama memiliki ketertarikan pada dunia kecantikan. Karena itu, ketika memperoleh informasi mengenai program pelatihan kecantikan melalui Pusat Layanan Ketenagakerjaan New Taipei, ia pun meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan setiap akhir pekan.

Kelas pelatihan kecantikan yang diikuti Cindy. (Sumber Foto : Cindy)
Kelas pelatihan kecantikan yang diikuti Cindy. (Sumber Foto : Cindy)

Pelatihan berlangsung selama sekitar dua bulan, mulai 7 Juni hingga 9 Agustus, dengan total 60 jam pelajaran.

Ia mengaku harus mempelajari berbagai istilah profesional, aturan sanitasi dan disinfeksi, serta teknik perawatan kecantikan yang sebelumnya asing baginya. Setiap tahapan juga harus dilatih berulang kali hingga akhirnya ia berhasil lulus ujian dan memperoleh sertifikat.

Cindy mengatakan dirinya terkejut sekaligus bersyukur setelah mengetahui bahwa pemegang sertifikat juga dapat mengajukan insentif dari NIA. Capaian ini ia anggap sebagai momen di mana kemampuannya diakui secara profesional.

Cindy juga beberapa kali menerima jasa merias pekerja migran Indonesia yang hendak menjalani pemotretan dengan latar belakang khas Taiwan. Namun, kegiatan tersebut kini sudah tidak lagi ia jalani karena merasa terlalu melelahkan.

Cindy merias salah satu PMI yang menjalani pemotretan dengan latar belakang khas Taiwan. (Sumber Foto : Cindy)
Cindy merias salah satu PMI yang menjalani pemotretan dengan latar belakang khas Taiwan. (Sumber Foto : Cindy)

Ke depan, Cindy berharap dapat membuka sebuah ruang perawatan kecantikan terpadu yang memadukan layanan kecantikan dan relaksasi. Ia ingin menciptakan tempat yang tidak hanya menawarkan perawatan estetika, tetapi juga memberikan ketenangan bagi tubuh dan pikiran setiap pelanggan.

"Saat berhasil mendapatkan sertifikat itu, saya semakin yakin bahwa selama berani menantang diri sendiri, pasti bisa berhasil," ujar Cindy. Ia juga mengajak sesama imigran baru untuk tidak takut gagal dan terus berani mencoba hal-hal baru.

Sementara itu, Kepala Kantor Layanan Taipei NIA, Li Hsi-jen (李錫忍), mengatakan kisah Cindy menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya pelatihan yang disediakan pemerintah dapat membantu imigran baru membuka peluang masa depan yang lebih luas.

Li mengatakan NIA akan terus mendorong berbagai program pengembangan kapasitas untuk mendampingi imigran baru beradaptasi dan berkembang di Taiwan. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan "Situs Informasi Pemberdayaan Imigran Baru" untuk memperoleh informasi terbaru mengenai berbagai program yang tersedia.

(Oleh Jennifer Aurelia)

Selesai/IF

 (Sumber Foto : NIA)
 (Sumber Foto : NIA)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.