Taipei, 5 Agu. (CNA) Direktorat Jenderal Perikanan (FA) Taiwan hari Selasa (4/8) menggelar forum hak asasi pekerja perikanan dengan mengundang sekitar 150 perwakilan dari instansi pemerintah dalam dan luar negeri, organisasi internasional, sektor industri, kelompok pekerja, kalangan akademisi, serta organisasi nonpemerintah, kata FA.
Melalui pidato, berbagi isu, dan diskusi panel, para peserta bertukar pandangan mengenai isu hak asasi pekerja di sektor perikanan, tata kelola rantai pasokan, serta kerja sama internasional, sekaligus membangun konsensus dalam mendorong reformasi dan pembangunan berkelanjutan di bidang tersebut, kata FA dalam rilis pers.
FA mengatakan Taiwan terus mendorong pelaksanaan Rencana Aksi Perikanan dan Hak Asasi Manusia hingga aktif menggencarkan penerapan Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional No. 188 Mengenai Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan ke dalam hukum domestik.
Taiwan, kata FA, juga terus meningkatkan berbagai langkah seperti perlindungan upah awak kapal, kondisi kerja, layanan medis jarak jauh melalui konferensi video, pemasangan Wi-Fi di kapal, dan perawatan kehidupan awak.
Upaya tersebut secara bertahap menyempurnakan lingkungan kerja di sektor perikanan serta menunjukkan tekad pemerintah dalam melindungi hak awak kapal dan mendorong pembangunan perikanan berkelanjutan, menurut FA.
Forum kali ini berfokus pada tiga tema utama, yakni penerapan konkret hak asasi manusia dalam sektor perikanan, prinsip perekrutan adil, serta uji tuntas rantai pasokan dan perlindungan hak awak kapal, kata FA.
Para ahli dan akademisi dari dalam maupun luar negeri diundang untuk berbagi mengenai tren kebijakan internasional, perkembangan sistem hukum, serta pengalaman praktik industri, juga melakukan pertukaran mendalam mengenai peningkatan lingkungan kerja, larangan kerja paksa, dan isu terkait lainnya, kata FA.
Para peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi serta memberikan berbagai saran konkret yang menjadi referensi penting bagi penyempurnaan kebijakan Taiwan ke depannya, menurut ditjen tersebut.
Selama forum, pembicara dari luar negeri turut membagikan pengalaman kebijakan berbagai negara dalam mendorong perlindungan hak asasi pekerja perikanan dan tata kelola berkelanjutan, juga berdiskusi dengan instansi pemerintah Taiwan, perwakilan industri, kelompok pekerja, serta organisasi masyarakat sipil, kata FA.
Wakil Menteri Pertanian Taiwan Huang Chao-chin (黃昭欽) mengatakan perlindungan hak asasi pekerja kapal, penerapan perekrutan yang adil, serta pelaksanaan rantai pasok yang bertanggung jawab telah menjadi arah penting dalam tata kelola perikanan global, dan merupakan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing industri.
Ke depannya, ucapnya, FA akan terus mendorong pelaksanaan tahap kedua Rencana Aksi Perikanan dan Hak Asasi Manusia, menyempurnakan sistem regulasi dan langkah pengelolaan terkait, serta menyerap berbagai masukan dari semua pihak melalui forum ini, guna melindungi hak awak kapal dan keberlanjutan industri, sekaligus terus meningkatkan daya saing internasional sektor perikanan Taiwan.
Digelar di Grand Hilai Kaohsiung, forum ini dibuka sambutan Direktur Jenderal Perikanan Wang Mao-chen (王茂城), Kepala Institut Amerika di Taiwan Cabang Kaohsiung Lee Skluzak, serta Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Arif Sulistiyo.
Selesai/ML