Taipei/Jakarta, 17 Juli (CNA) Taiwan memetik satu medali perak dan enam perunggu di Asian Boxing U19 dan U23 2026 yang diselenggarakan di Basket Hall, Senayan, Jakarta dari 5 Juli hingga Kamis (16/7) dan diikuti lebih dari 400 atlet dari berbagai negara.
Asosiasi Tinju Chinese Taipei mengirimkan sepuluh petinju putra dan sembilan putri di kategori U-19 serta enam putra dan lima putri untuk U-23, dengan harapan membantu para petinju muda memantapkan langkah mereka di arena tinju internasional.
Di ajang U-19, kategori putri membukukan perak dari Wong Yu-tong (翁語瞳) serta perunggu dari Tsai Pei-chun (蔡沛錞), Tseng An-chi (曾安婍), dan Wang Shu-shian (王舒嫻), sementara putra meraih perunggu dari Yang Hao-jun (楊皓鈞).
Sementara itu, kategori putri dan putra U-23 membawa pulang perunggu masing-masing dari Guo Yi-xuan (郭怡萱) -- yang telah memastikan tiket ke Asian Games Aichi-Nagoya -- dan Chen Sin-hong (陳信宏).
Tulang pipi Guo sempat membentur lawan hingga mengalami pendarahan. Setelah pertandingan, ia harus menjalani tujuh jahitan. Pelatih Ko Wen-ming (柯文明) mengatakan kondisi cederanya masih terkendali dan tidak akan memengaruhi persiapannya untuk Asian Games yang dijadwalkan dibuka pada September.
Sementara itu, Wong dikenal sebagai siswi berprestasi. Ia mulai menekuni tinju saat bersekolah di SMP Siaogang Kota Kaohsiung. Meski harus membagi waktu antara belajar dan latihan, ia berhasil diterima di SMA Putri Kota Kaohsiung, salah satu sekolah bergengsi di kota tersebut.
Dalam wawancara dengan CNA pada Kamis, Wong menceritakan ia belum memahami standar penilaian wasit maupun cara memperoleh poin di turnamen internasional pertamanya, sehingga penampilannya saat itu kurang maksimal.
Setelah kembali ke Taiwan, kata Wong, ia melakukan penyesuaian teknik dan gaya bertanding sesuai arahan pelatih serta meningkatkan intensitas latihannya.
Wong mengatakan kondisi mentalnya saat bertanding di Indonesia kali ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Di atas ring, ia terlebih dahulu mengamati gaya bertanding lawan, lalu mulai menyerang dengan lebih agresif setelah memahami pola permainannya.
Wong mengatakan ia merasa sangat senang dengan pencapaiannya kali ini, dan menilai dirinya berhasil menerapkan apa yang selama ini diajarkan pelatih ke dalam pertandingan.
Ibu Wong, Huang Shang-e (黃上娥), mengatakan kepada CNA bahwa pada awalnya keluarga berharap putrinya lebih memprioritaskan pendidikan, tetapi ia tetap bersikeras menekuni tinju. Setelah memasuki jenjang SMA, ia tetap mampu membagi waktunya antara sekolah, mengikuti bimbingan belajar, dan berlatih.
Huang mengatakan ia selalu mendampingi Wong mengikuti berbagai pertandingan dan menyaksikan sendiri kerja keras yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Kini, melihat putrinya mampu meraih prestasi di ajang internasional, seluruh keluarga merasa sangat bangga dan terharu, ucapnya.
Pelatih Wang Yuan-hsiang (王源祥) mengatakan bahwa setelah tim Taiwan sebelumnya mengikuti turnamen internasional di Tailan, mereka melakukan penyesuaian secara menyeluruh setibanya kembali.
Meskipun waktu persiapan untuk kejuaraan ini tidak panjang dan para atlet juga harus membagi waktu dengan kegiatan belajar di sekolah, ujarnya, penampilan tim secara keseluruhan melampaui ekspektasi.
Banyak atlet mampu menunjukkan hasil dari penyesuaian yang telah dilakukan, bahkan ada yang berhasil melaju hingga partai final, yang merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi tim, menurutnya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Tinju Chinese Taipei Peng Chun-ming (彭俊銘) mengatakan kepada CNA bahwa hasil yang diraih tim pada kejuaraan kali ini masih dapat diterima.
Menurutnya, Taiwan harus terus menemukan dan membina petinju-petinju muda berbakat agar prestasi tinju Taiwan tidak mengalami kekosongan regenerasi.
Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan penyelenggaraan kejuaraan kali ini, banyak negara tidak mengirimkan jumlah atlet yang memadai sehingga di beberapa kelas berat jumlah pesertanya relatif sedikit.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal yang baik bagi perkembangan olahraga tinju, meskipun setiap negara kemungkinan memiliki pertimbangan masing-masing.
Sementara itu, tim tinju Indonesia melampaui target prestasi dengan mengoleksi satu medali emas, satu perak, dan lima perunggu, kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Tinju Indonesia Hengky Silatang, Kamis dilansir Antara.
(Oleh Li Chien-chung, Gwyneth Sharon, dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF