CDC: Taiwan mungkin memasuki fase epidemi COVID-19 yang baru pekan ini

15/07/2026 10:38(Diperbaharui 15/07/2026 10:38)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Tseng Shu-hui (tengah), berbicara pada konferensi pers COVID-19 di Taipei pada hari Selasa. (Sumber Foto : CNA, 14 Juli 2026).
Juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Tseng Shu-hui (tengah), berbicara pada konferensi pers COVID-19 di Taipei pada hari Selasa. (Sumber Foto : CNA, 14 Juli 2026).

Taipei, 15 Juli (CNA) Taiwan dapat memasuki fase epidemi COVID-19 yang baru paling cepat pekan ini, kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) hari Selasa (14/7), setelah 2.811 orang mencari pengobatan untuk penyakit tersebut pekan lalu, naik 34,4 persen dari pekan sebelumnya.

Dalam konferensi pers rutin, juru bicara CDC Tseng Shu-hui (曾淑慧) mengatakan aktivitas COVID-19 di Taiwan telah meningkat selama lima pekan berturut-turut.

Negara dan wilayah tetangga, termasuk Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura, juga melaporkan peningkatan jumlah kasus, menurut Tseng.

Berdasarkan analisisnya, CDC memperkirakan jumlah kunjungan medis terkait COVID-19 akan terus meningkat. Setelah kunjungan mingguan melebihi 5.000, Taiwan secara resmi akan memasuki fase epidemi baru, dengan infeksi diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam satu bulan hingga 45 hari setelah itu, kata Tseng.

Ia mengatakan puncak yang akan datang tidak mungkin melampaui tahun lalu, dengan kunjungan medis mingguan terkait COVID-19 diproyeksikan mencapai sekitar 50.000. Angka tersebut bisa lebih rendah karena sekolah-sekolah sedang libur musim panas, sehingga mengurangi peluang penularan.

Tseng mengatakan proyeksi ini juga didasarkan pada pengalaman dengan penyakit tersebut di tahun-tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa infeksi secara bertahap menurun seiring semakin banyak orang yang menerima vaksin COVID-19 atau memperoleh kekebalan melalui infeksi sebelumnya.

Sejak Oktober 2025, Taiwan telah mencatat 136 kasus domestik komplikasi COVID-19 berat, termasuk 18 kematian, menurut data CDC.

Di antara kasus berat tersebut, 72,1 persen melibatkan orang berusia 65 tahun ke atas, 83,8 persen memiliki penyakit kronis yang mendasari, dan 94,9 persen belum menerima vaksin COVID-19 musim ini.

CDC mendesak orang-orang yang berisiko tinggi mengalami sakit parah untuk segera divaksinasi jika belum melakukannya, atau menerima dosis kedua jika setidaknya enam bulan telah berlalu sejak suntikan sebelumnya.

Sekitar 456.000 dosis vaksin masih tersedia, dan kelayakan untuk vaksinasi COVID-19 yang didanai pemerintah telah diperluas untuk semua orang berusia 6 bulan ke atas hingga 31 Juli, kata lembaga tersebut.

(Oleh Shen Pei-yao, Wu Kuan-hsien dan Miralux)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.