Taipei, 10 Juni (CNA) Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA) pada Jumat (10/7) pukul 05.30 mengeluarkan peringatan darat untuk Taifun Bavi, seiring badai itu kian mendekat dan diperkirakan akan semakin berdampak ke Taiwan meski melemah dalam beberapa jam terakhir.
Hingga berita ini dirilis, peringatan darat telah mencakup New Taipei di utara serta kabupaten Yilan dan Hualien di timur, sementara CWA juga telah mengeluarkan peringatan laut untuk Selat Bashi serta perairan timur dan utara Taiwan.
Pada pukul 06.00, pusat Taifun Bavi berada di sekitar 720 kilometer timur Tanjung Eluanbi -- titik paling selatan Pulau Taiwan -- dan bergerak 22-26 km/jam ke arah barat laut, menurut CWA.
Taifun dengan radius 380 kilometer ini membawa angin maksimum berkelanjutan 162 km/jam dan embusan angin mencapai 198 km/jam, menurut data CWA.
Dalam konferensi pers pada Jumat pagi, pemrakira cuaca CWA Lin Po-dong (林伯東) mengatakan curah hujan di daerah pegunungan utara, tengah, dan selatan akan meningkat secara bertahap mulai sore.
Mulai Jumat malam hingga Sabtu siang akan menjadi periode hujan memberikan dampak paling signifikan, kata Lin, memperingatkan wilayah utara serta pegunungan timur dan tengah dapat dilanda hujan tingkat sangat lebat atau lebih.
Dalam 24 jam ke depan, kata Lin, wilayah utara berpotensi mengalami hujan dengan tingkat sangat lebat atau lebih, dengan New Taipei serta kabupaten Yilan, Miaoli, dan Hsinchu berpeluang mencatat akumulasi curah hujan menembus 350 milimeter, kata Lin.
Sementara itu, kawasan pegunungan tengah dan Hualien dapat dilanda hujan sangat lebat lokal dan pegunungan selatan berpotensi mengalami hujan lebat setempat, ujarnya.
Dari sisi akumulasi total curah hujan, wilayah dengan hujan paling signifikan diperkirakan akan terkonsentrasi di utara serta kawasan pegunungan tengah dan selatan, kata Lin.
Akumulasi curah hujan dapat mencapai 600 hingga 900 militer di wilayah Taoyuan, New Taipei, Kabupaten Hsinchu, dan Kabupaten Miaoli, catatnya.
Sementara itu, tiupan angin di berbagai wilayah akan mulai menguat setelah Jumat siang, kata Lin.
Pada Jumat malam, ujarnya, embusan angin berkekuatan 9 hingga 10 skala Beaufort dapat melanda pesisir Keelung, New Taipei, Miaoli, dan Yilan di utara; Taichung, Changhua, Yunlin, dan Chiayi di tengah; serta Tainan dan Semenanjung Hengchun di selatan.
Meskipun kondisi angin dan hujan di sebagian besar wilayah Taiwan belum terlalu terasa, kata Lin, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar segera melakukan persiapan karena dampaknya akan meningkat secara bertahap mulai sore.
Di sisi lain, gelombang dengan ketinggian lebih dari 6 meter telah diamati di perairan timur, dan di wilayah timur, kepulauan Matsu, serta perairan Pulau Pratas juga telah mulai terjadi gelombang panjang, kata Lin.
Pada Jumat malam, kata Lin, gelombang di berbagai wilayah akan mencapai 2 hingga 4 meter, dengan tinggi di perairan utara dapat mencapai 3 hingga 5 meter, sedangkan di timur berpotensi melampaui 6 meter.
Untuk wilayah timur, CWA telah mengeluarkan peringatan "gelombang mega" pertamanya sejak memperkenalkan sistem peringatan baru pada musim taifun ini.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia melalui unggahan media sosial pada Kamis malam mengatakan Bavi dapat memicu angin kencang di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Bavi juga dapat mengakibatkan gelombang 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua; Samudra Pasifik Maluku; serta Perairan Sangihe Talaud, kata BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Selesai/