MAC: Polisi Taiwan diinterogasi petugas Tiongkok terkait infrastruktur penting

17/07/2026 10:40(Diperbaharui 17/07/2026 10:40)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Wakil kepala dan juru bicara MAC, Liang Wen-chieh, berbicara di jumpa pers rutin di Taipei pada Kamis. (Sumber Foto : CNA, 16 Juli 2026)
Wakil kepala dan juru bicara MAC, Liang Wen-chieh, berbicara di jumpa pers rutin di Taipei pada Kamis. (Sumber Foto : CNA, 16 Juli 2026)

Taipei, 17 Juli (CNA) Seorang polisi aktif dan seorang mantan polisi Taiwan diinterogasi petugas keamanan negara Tiongkok di Provinsi Fujian pada Juni, sementara empat warga Taiwan lainnya yang dilaporkan hilang di Tiongkok bulan ini dikabarkan ditahan, kata Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC) hari Kamis (16/7).

Petugas Tiongkok "mengetahui kedua polisi tersebut sebelumnya pernah bekerja di sebuah lembaga pemerintah tertentu" dan memfokuskan pertanyaan mereka pada struktur organisasi serta daftar infrastruktur penting Taiwan, ujar Wakil Kepala dan Juru Bicara MAC, Liang Wen-chieh (梁文傑) dalam jumpa pers rutin di Taipei.

Liang tidak mengungkapkan lembaga tempat kedua orang tersebut pernah bekerja atau merinci infrastruktur penting mana yang dibahas.

Menurut klasifikasi Taiwan, infrastruktur penting mencakup sembilan sektor, termasuk energi, sumber daya air, komunikasi, transportasi, keuangan, lembaga pemerintah dan pangan, rumah sakit, taman sains dan industri.

Otoritas Tiongkok juga memeriksa ponsel para polisi untuk mengetahui apakah mereka masih berhubungan dengan lembaga tersebut dan menanyai mereka tentang rincian pribadi terkait keluarga dan anak-anak mereka, kata Liang.

Para polisi tersebut kemudian dibebaskan dan kembali ke Taiwan, tetapi diminta untuk tidak melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang, menurut Liang.

Berdasarkan Undang-Undang Lintas Selat, kategori tertentu seperti bupati, walikota, dan personel yang pekerjaannya terkait keamanan nasional, harus mendapatkan persetujuan dari komite peninjau pusat sebelum bepergian ke Tiongkok.

Komite ini terdiri dari perwakilan lembaga pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan MAC.

Namun, pegawai negeri Golongan 10 ke bawah dan polisi Golongan 4 ke bawah dibebaskan jika tugas mereka tidak terkait dengan keamanan nasional, kepentingan nasional, atau hal-hal yang bersifat rahasia.

Pegawai negeri dan polisi berpangkat rendah tersebut saat ini hanya diwajibkan untuk mendapatkan persetujuan dari lembaga mereka sendiri sebelum bepergian ke Tiongkok, menurut pedoman yang dipublikasikan di situs web Kementerian Dalam Negeri.

Pangkat polisi aktif tersebut tidak cukup tinggi sehingga perjalanannya tidak memerlukan peninjauan komite pusat, sementara sang pensiunan polisi tidak dikenakan pembatasan perjalanan pascapensiun, kata Liang.

Namun, pekerjaan mereka sebelumnya yang terkait dengan infrastruktur penting seharusnya dianggap berkaitan dengan keamanan nasional atau informasi rahasia, sehingga harus melalui peninjauan komite pusat, tambahnya.

MAC akan meminta lembaga pemerintah untuk memperketat penanganan permohonan serupa, kata Liang, seraya menambahkan bahwa perjalanan tidak boleh disetujui hanya karena seorang polisi berpangkat rendah dan menyebut perjalanannya sebagai wisata.

Di sisi lain, Liang mencatat bahwa empat warga Taiwan yang bepergian bersama di Tiongkok sedang ditahan karena alasan yang tidak diketahui, sementara lima lainnya yang dilaporkan hilang bulan ini masih belum ditemukan.

Keempat orang tersebut termasuk di antara sepuluh warga Taiwan yang dilaporkan hilang di Tiongkok oleh keluarganya pada Juli. Pihak keluarga mengetahui mereka sedang ditahan melalui panggilan telepon dari para pelancong itu sendiri, kata Liang.

MAC juga sangat menduga bahwa satu orang lain dari sepuluh tersebut telah ditahan, sementara otoritas belum memperoleh informasi tentang lima sisanya, ujarnya.

Kepolisian Taiwan akan mencari informasi dari rekan mereka di Tiongkok, meskipun Beijing merespons permintaan seperti itu secara tidak konsisten dengan alasan prasyarat politik, kata Liang.

Ketika mekanisme kerja sama pemberantasan kejahatan lintas selat berjalan normal, otoritas dapat memverifikasi apakah warga Taiwan yang dilaporkan hilang hanya kehilangan kontak atau memang ditahan, katanya.

Saat ini Taiwan sering harus mencari informasi melalui asosiasi bisnis Taiwan dan kontak informal lainnya di Tiongkok, sehingga kasus-kasus seperti ini menjadi lebih sulit ditangani, tambah Liang.

(Oleh Sunny Lai dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.