Presiden Lai instruksikan kewaspadaan setelah bangkai babi dinyatakan positif ASF

17/07/2026 13:47(Diperbaharui 17/07/2026 13:53)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Seorang dokter hewan memeriksa bangkai babi yang baru-baru ini terdampar di Pantai Jinhu, Kabupaten Kinmen, dalam foto tanpa tanggal. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan, 16 Juli 2026)
Seorang dokter hewan memeriksa bangkai babi yang baru-baru ini terdampar di Pantai Jinhu, Kabupaten Kinmen, dalam foto tanpa tanggal. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan, 16 Juli 2026)

Taipei, 17 Juli (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) telah meminta lembaga-lembaga pemerintah untuk tetap waspada dan menjaga Taiwan tetap bebas dari demam babi Afrika (ASF), setelah bangkai babi yang ditemukan di sebuah pantai di Kabupaten Kinmen dinyatakan positif terkena penyakit yang sangat menular tersebut.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Lai mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan Kementerian Pertanian dan lembaga terkait lainnya untuk menerapkan langkah-langkah karantina, pengawasan, dan pengendalian, memastikan mekanisme pelaporan dan respons antar-lembaga berjalan dengan baik, serta menjaga masyarakat tetap mendapat informasi guna melindungi industri peternakan babi Taiwan.

Bangkai tersebut ditemukan pada hari Selasa (14/7) setelah tampaknya terdampar di pantai, dan otoritas kabupaten segera mengambil sampel untuk diuji, yang kemudian menunjukkan hasil positif ASF, kata Lai.

Kabupaten tersebut, yang terletak kurang dari 10 kilometer dari pantai Tiongkok, segera membakar dan mengubur bangkai tersebut, mendisinfeksi lokasi, serta menangguhkan pengiriman daging babi dan produk olahan babi dari Kinmen ke pulau utama Taiwan dan pulau-pulau lepas pantai lainnya, lanjutnya.

Tes reaksi rantai polimerase kuantitatif waktu nyata (qPCR) selanjutnya juga mengonfirmasi bahwa bangkai tersebut positif ASF, menjadikannya bangkai babi ke-21 yang dinyatakan positif ASF dan ditemukan terdampar sejak 2018, ujarnya.

Pada saat yang sama, kata Lai, Direktorat Jenderal Penjaga Pantai telah meningkatkan patroli pesisir dan operasi anti-penyelundupan, sementara Direktorat Jenderal Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan telah memperkuat langkah-langkah karantina di perbatasan.

Pusat Pengendalian Penyakit Hewan dan Tumbuhan Kabupaten Kinmen juga telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di peternakan babi terdekat dan memastikan bahwa semua babi dalam kondisi sehat, tambahnya.

Pada bulan April, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia secara resmi menyetujui deklarasi mandiri Taiwan sebagai wilayah bebas ASF, yang menurut Lai mencerminkan pengalaman dan keahlian luas negara tersebut dalam pencegahan penyakit.

(Oleh Sean Lin dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.