Taipei, 17 Juli (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) telah meminta lembaga-lembaga pemerintah untuk tetap waspada dan menjaga Taiwan tetap bebas dari demam babi Afrika (ASF), setelah bangkai babi yang ditemukan di sebuah pantai di Kabupaten Kinmen dinyatakan positif terkena penyakit yang sangat menular tersebut.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Lai mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan Kementerian Pertanian dan lembaga terkait lainnya untuk menerapkan langkah-langkah karantina, pengawasan, dan pengendalian, memastikan mekanisme pelaporan dan respons antar-lembaga berjalan dengan baik, serta menjaga masyarakat tetap mendapat informasi guna melindungi industri peternakan babi Taiwan.
Bangkai tersebut ditemukan pada hari Selasa (14/7) setelah tampaknya terdampar di pantai, dan otoritas kabupaten segera mengambil sampel untuk diuji, yang kemudian menunjukkan hasil positif ASF, kata Lai.
Kabupaten tersebut, yang terletak kurang dari 10 kilometer dari pantai Tiongkok, segera membakar dan mengubur bangkai tersebut, mendisinfeksi lokasi, serta menangguhkan pengiriman daging babi dan produk olahan babi dari Kinmen ke pulau utama Taiwan dan pulau-pulau lepas pantai lainnya, lanjutnya.
Tes reaksi rantai polimerase kuantitatif waktu nyata (qPCR) selanjutnya juga mengonfirmasi bahwa bangkai tersebut positif ASF, menjadikannya bangkai babi ke-21 yang dinyatakan positif ASF dan ditemukan terdampar sejak 2018, ujarnya.
Pada saat yang sama, kata Lai, Direktorat Jenderal Penjaga Pantai telah meningkatkan patroli pesisir dan operasi anti-penyelundupan, sementara Direktorat Jenderal Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan telah memperkuat langkah-langkah karantina di perbatasan.
Pusat Pengendalian Penyakit Hewan dan Tumbuhan Kabupaten Kinmen juga telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di peternakan babi terdekat dan memastikan bahwa semua babi dalam kondisi sehat, tambahnya.
Pada bulan April, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia secara resmi menyetujui deklarasi mandiri Taiwan sebagai wilayah bebas ASF, yang menurut Lai mencerminkan pengalaman dan keahlian luas negara tersebut dalam pencegahan penyakit.
Selesai/