Berita Pilihan Taiwan Berbahasa Indonesia EP32

13/07/2026 16:25(Diperbaharui 13/07/2026 16:26)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

 

Taifun Bavi sebabkan kerusakan dan ratusan korban luka di Taiwan

Taifun Bavi yang melanda Taiwan pada 10 dan 11 Juli telah menyebabkan 135 orang dilaporkan luka ringan, termasuk setidaknya tiga warga negara Indonesia.

Taifun Bavi membawa angin kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi ke Taiwan pada 10 dan 11 Juli.

Hingga pukul 2 sore tanggal 12, menurut Pusat Operasi Darurat Nasional, badai ini telah menyebabkan 135 orang dilaporkan luka ringan, termasuk setidaknya tiga warga negara Indonesia, yakni perempuan di Yunlin yang terkena pintu belakang truk karena angin kencang, laki-laki di Taichung yang terpeleset karena kondisi bencana, dan laki-laki di Changhua yang patah tulang hasta siku.

Bavi juga telah menyebabkan ribuan laporan bencana yang terus ditangani, mencakup pohon tumbang, kerusakan fasilitas dan bangunan, hingga banjir dan longsor, yang mengakibatkan sempat terputusnya akses transportasi hingga listrik dan air.

Lebih dari 15.000 orang sempat mengungsi, dan pihak berwenang sempat membuka puluhan tempat penampungan sementara di berbagai wilayah. Seiring taifun menjauh, Taiwan pun berbenah.

Program pemuda luar negeri Taiwan inspirasi impian diplomasi dan antariksa

Presiden Lai Ching-te pada 9 Juli mengatakan program pertukaran luar negeri Global Pathfinders Initiative akan membantu mempersiapkan generasi muda untuk berkontribusi pada masa depan Taiwan.

Presiden Lai Ching-te pada 9 Juli bertemu para peserta Taiwan Global Pathfinders Initiative, inisiatif yang mendukung pertukaran luar negeri jangka pendek di berbagai bidang, seperti urusan publik, budaya, semikonduktor, olahraga, dan antariksa bagi pemuda.

Lai mengatakan bahwa melihat para peserta memperoleh hasil yang berarti membuktikan pelaksanaan program yang digagasnya ini benar-benar bernilai.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong pelaksanaan program ini agar impian generasi muda dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi perjalanan hidup mereka maupun bagi negara.

TSMC akan bangun 3 pabrik pengemasan canggih lagi di Chiayi

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. atau TSMC disebut akan membangun tiga fasilitas pengemasan canggih tambahan di Tahap II Chiayi Science Park.

Tahap II Chiayi Science Park menjalani upacara peletakan batu pertama pada 12 Juli. Kepala Dewan Sains dan Teknologi Nasional Wu Cheng-wen mengatakan lahan sekitar 90 hektare ini akan menjadi klaster industri pengemasan canggih yang dipimpin TSMC.

Wu mengatakan TSMC akan membangun tiga pabrik pengemasan di sana, setelah mendirikan dua lainnya di Tahap I, yang telah mulai produksi massal pada Juni.

Ekspansi Tahap II bertujuan untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat terhadap cip komputasi kinerja tinggi dan teknologi pengemasan canggih.

Wu menyebut Chiayi Science Park akan terhubung dengan taman-taman sains lainnya di Taiwan untuk membentuk koridor industri kecerdasan buatan dan semikonduktor paling komprehensif di dunia.

Delegasi IPAC tur di perairan Kinmen demi pencarian fakta di Selat Taiwan

Delegasi IPAC, Aliansi Antar-Parlemen tentang Tiongkok, pada 9 Juli melakukan tur di perairan sekitar Kinmen dengan menaiki kapal patroli penjaga pantai Taiwan, sebagai bagian dari misi pencarian fakta untuk mempelajari aktivitas Tiongkok di Selat Taiwan.

Sejumlah anggota parlemen dari berbagai negara yang tergabung dalam delegasi IPAC menaiki kapal patroli penjaga pantai Taiwan pada 9 Juli, melakukan tur di perairan sekitar Kinmen yang berjarak tak jauh dari Tiongkok.

Pejabat penjaga pantai menjelaskan keamanan maritim di sekitar Kinmen, termasuk "zona abu-abu" kapal Penjaga Pantai Tiongkok.

Salah satu pendiri aliansi, Luke de Pulford, mengatakan kepada CNA bahwa kunjungan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan.

ABK migran Indonesia dievakuasi pasca digigit ikan di perairan Penghu

Seorang anak buah kapal migran Indonesia pada 7 Juli dievakuasi penjaga pantai Taiwan setelah digigit ikan di sebuah kapal perikanan yang sedang beroperasi di perairan Kabupaten Penghu.

Penjaga pantai Taiwan pada 7 Juli pukul 2 sore menerima permintaan evakuasi dari kapal perikanan yang sedang beroperasi di perairan Kabupaten Penghu. Di sana, seorang ABK migran mengalami luka gigitan ikan tenggiri pada bagian pergelangan kaki hingga mengeluarkan banyak darah.

Penjaga pantai kemudian meminta mereka mendekat, sementara mengirim kapal patroli. Kedua kapal bertemu pada sekitar pukul 5 sore.

Setelah memberikan pertolongan awal, petugas mengangkut korban dan tiba di Pelabuhan Magong pada sekitar pukul 8 malam. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit.

(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.