Taipei, 8 Juli (CNA) Seorang anak buah kapal (ABK) migran Indonesia hari Selasa (7/7) dievakuasi setelah tergigit ikan di sebuah kapal perikanan yang sedang beroperasi di perairan Kabupaten Penghu, kata Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA).
Kantor Wilayah Patroli ke-13 di CGA Cabang Kitmen-Matsu-Penghu pada pukul 14.00 hari Selasa menerima permintaan evakuasi dari kapal "Hsien Li Ho No. 168" itu, yang sedang beroperasi di perairan sekitar 68 mil laut sebelah barat Pulau Qimei.
ABK migran Indonesia tersebut mengalami luka gigitan ikan tenggiri pada bagian pergelangan kaki hingga mengeluarkan banyak darah, menurut laporan tersebut.
Kantor CGA kemudian meminta kapal perikanan itu menarik jaring dan berlayar menuju Pulau Magong, sementara ditjen tersebut mengerahkan kapal patroli yang sedang bertugas untuk melakukan penyelamatan, serta memberitahu pos pelabuhan dan pemadam kebakaran untuk turun tangan.
Kedua kapal bertemu di 36,5 mil laut barat Gili Hua pada sekitar pukul 17.00. Setelah memberikan pertolongan awal dan membalut luka, petugas memindahkan korban ke kapal patroli CGA dengan didampingi pekerja migran lainnya.
Kapal patroli tiba di Pelabuhan Perikanan Magong pada sekitar pukul 20.00. Korban kemudian diserahkan kepada ambulans pemadam kebakaran untuk dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
CGA Cabang Kitmen-Matsu-Penghu mengatakan nelayan yang mengalami situasi darurat atau insiden tak terduga saat melaut dapat menghubungi saluran siaga gratis 118 atau menyampaikan laporan melalui stasiun radio perikanan Asosiasi Nelayan Penghu. Pihak penjaga pantai akan segera melakukan penyelamatan.
(Oleh Chang Ya-ching dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF