Taipei, 2 Juli (CNA) Delegasi Universitas Indonesia (UI), yang dipimpin Rektor Heri Hermansyah, dan Wakil Menteri Pendidikan Taiwan Liu Kuo-wei (劉國偉) beserta jajarannya baru-baru ini membahas kerja sama pendidikan tinggi di masa depan, pengembangan sumber daya manusia bidang keperawatan, dan pembelajaran bahasa Mandarin.
Di pertemuan pada 25 Juni itu, Liu menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang studi di Taiwan meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan pada 2025 telah mendekati 20.000 orang, kedua terbesar di antara semua negara asal, kata Kementerian Pendidikan (MOE) dalam rilis pers, Rabu (1/7).
Teknik dan industri terkait menjadi pilihan yang paling diminati peserta didik Indonesia, dengan lebih dari 1.500 mahasiswa menempuh pendidikan di bidang tersebut, kata Liu.
Liu juga menyebut MOE dan UI telah memiliki landasan kerja sama yang kuat, antara lain melalui Taiwan Studies Project yang tengah aktif dikembangkan, serta pendirian Taiwan INTENSE Hub pada 21 Agustus tahun lalu.
Melalui berbagai kerja sama yang telah terjalin tersebut, ujarnya, kedua belah pihak diharapkan dapat mengembangkan bentuk-bentuk kerja sama pendidikan bilateral yang lebih beragam.
Sementara itu, Heri menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan Taiwan, dan mengatakan bahwa selama kunjungannya, ia sangat terkesan dengan pemahaman masyarakat lokal terhadap Indonesia dan budaya Muslim.
Menanggapi kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, Heri menyampaikan harapannya agar lebih banyak mahasiswa Indonesia dapat melanjutkan studi pada program keperawatan di universitas-universitas Taiwan serta menjajaki kemungkinan memperoleh sertifikasi profesi.
Ia berharap, melalui skema seperti program gelar ganda, para lulusan nantinya dapat membawa pulang keunggulan keahlian keperawatan Taiwan untuk diterapkan dan dibagikan di Indonesia, atau memberikan layanan profesional di Taiwan.
Menanggapi itu, Liu menjelaskan bahwa untuk memperkuat kemampuan akademik sekaligus memenuhi kebutuhan komunikasi dalam praktik kerja, mahasiswa asing harus memiliki kemampuan bahasa Mandarin yang memadai agar dapat memperoleh sertifikasi profesi dan mengikuti program magang di Taiwan dengan lancar.
Oleh karena itu, Liu menyarankan agar mahasiswa Indonesia telah memiliki sertifikat kemampuan bahasa Mandarin pada tingkat tertentu sebelum memulai studi di Taiwan.
Ia juga mendorong UI untuk memulai dari penguatan pendidikan bahasa Mandarin, baik dengan merekrut langsung pengajar untuk mengajar di kampus maupun memanfaatkan berbagai sumber daya, termasuk dengan Taiwan Huayu BEST Program melalui kerja sama dengan universitas mitra.
MOE mengatakan pihaknya berharap pertukaran yang mendalam ini dan memperkuat hubungan kemitraan dengan UI, sehingga membuka babak baru dalam pengembangan pendidikan serta pembinaan tenaga profesional di bidang kesehatan bagi kedua negara.
Baca juga: Kemlu Taiwan sambut kunjungan delegasi UI yang dipimpin Rektor Heri
Delegasi beranggotakan lima orang dari UI melakukan kunjungan ke Taiwan pada 24-27 Juni. Selain dengan MOE, mereka juga membahas pendalaman kerja sama dengan National Taiwan University, National Taipei University of Technology, dan Institut Hubungan Internasional National Chengchi University, menurut Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan.
Delegasi juga mengunjungi pameran Medical Taiwan, Taiwan FactCheck Center, dan organisasi masyarakat sipil One-Forty guna memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai perkembangan layanan kesehatan cerdas di Taiwan, ketahanan demokrasi dan pengalaman Taiwan dalam melawan disinformasi dari luar, serta pencapaian dalam pendidikan dan pemberdayaan pekerja migran, kata MOFA.
Selesai/ja